Cacar Monyet
Satu Pasien Monkeypox Meninggal, Segera ke Dokter Jika Alami Tanda-tanda Ini
Sehingga, dikatakan jika kondisi perburukan dan penyebab kematian sama sekali bukan Mpox. Namun karena komorbid atau penyakit penyerta lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Monkeypox-atau-cacar-monyet3we.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Satu pasien Monkeypox (Mpox) dilaporkan meninggal saat menjalani isolasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
"Satu kasus meninggal di dunia di RSCM," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan subspesialis penyakit tropik dan infeksi Dr. dr. Lie Khie Chen, Sp.PD-KPTI, Kamis(23/11/23).
Namun ia pun memberikan klarifikasi bahwa Monkeypox bukan jadi penyebab tunggal dari kematian pasien.
Mpox umumnya punya angka kematian yang kecil.
"Pasien Mpox yang dirujuk memiliki komorbid yang berat. Kami rawat ini memang berkomplikasi, masuknya dengan kondisi bermasalah harus menjalani operasi di RSCM," kata dr Lie lagi.
Sehingga, dikatakan jika kondisi perburukan dan penyebab kematian sama sekali bukan Mpox. Namun karena komorbid atau penyakit penyerta lainnya.
"Tentu saja tidak perlu khawatir. Mpox ini umumnya bisa diatasi. Masyarakat tidak perlu khawatir kasus berat sangat kecil dan sangat jarang (terjadi)," tegasnya.
Lebih lanjut, Hanny Pakar dari Kelompok Staf Medis Dermatologi dan Venerologi RS Dr. Cipto Mangunkusumo dr Hanny Nilasari, Sp.D.V.E., Subsp menjelaskan kondisi pasien tersebut. Saat pasien masuk, kondisi sudah berat dan lesi di kulit sudah cukup banyak dan besar.
"Berbagai lokasi itu kami temukan (lesi) meski satu persatu, lokasi hanya satu tapi cukup besar-besar, sampai perawatan di beberapa minggu manifestasi pada kulit ada muncul yang baru," tutupnya.
Sementara itu hingga saat ini total sudah ada 43 kasus positif Monkeypox domisili DKI Jakarta per 22 November 2023. Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta sekaligus Praktisi Kesehatan Masyarakat, Ngabila Salama mengimbau seluruh fasilitas kesehatan (faskes) masyarakat untuk membantu penemuan aktif kasus Monkeypox.
"Mohon bantuan seluruh faskes dan masyarakat DKI Jakarta untuk meningkatkan penemuan kasus aktif Monkeypox," kata Ngabila.
Di sisi lain, Ngabila pun mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan jika punya tanda-tanda seperti.
1. Punya lenting isi air atau lesi kulit
2. Tunjukkan gejala infeksi menular seksual (IMS).
3. Punya riwayat hubungan seksual beresiko