Minggu, 10 Mei 2026

Pemilu 2024

Loyalis Ganjar - Mahfud di Canada Mengaku Diintimidasi Bawaslu Vancouver: Kami Tetap Jalan!

Menurutnya, peritiwa itu terjadi sepekan sebelum kegiatan pencanangan Warung D3mokrasi terselenggara di Vancouver.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Loyalis Ganjar - Mahfud di Canada Mengaku Diintimidasi Bawaslu Vancouver: Kami Tetap Jalan!
tribunnews
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat konferensi pers di KPU usai mendaftar sebagai bakal capres cawapres ke KPUR RI, Kamis (19/10/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Diaspora Indonesia di Canada, Sakaria, mengaku prihatin atas dugaan intimidasi oleh badan pengawas pemilihan umum (bawaslu) di Vancouver, Kanada.

Dilansir dari Kompas TV, Rabu (22/11/2023), ia menceritakan kronologi dugaan intimidasi yang dialami oleh Ketum Canada for Ganjar Mahfud, Robert Prasetya.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi sepekan sebelum kegiatan pencanangan Warung D3mokrasi terselenggara di Vancouver.

 

 

Robert, kata dia, menerima telepon di ponselnya, yang isinya meminta agar pelaksanaan kegiatan tersebut ditunda.

Telepon tersebut kemudian disusul dengan pesan yang masuk ke ponsel Robert.

“Tidak ada niat untuk menargetkan individu atau lainnya. Sekedar membantu saling mengingatkan saja, Oom,” tulisnya menirukan pesan di ponsel Robert.

Baca juga: 10 Potensi Gangguan Pada Pemilu 2024, dari KKB Hingga Hacker, Poin Pertama Paling Rawan

Permintaan itu sempat ditolak oleh Robert, yang kemudian menghubungi rekan-rekannya di Jakarta untuk meminta masukan.

Setelah berkonsultasi, tim Robert mengkonfirmasi bahwa kegiatan yang ia lakukan tidak melanggar undang-undang Pemilu.

Karena itu, Sakaria menegaskan tetap jalan.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, KPU Toraja Utara Gelar Sosialisasi Kampanye dan Penandatanganan Berita Acara

“Kami prihatin serta mengecam intimidasi dari Panwaslu setempat atas tindakan yang mereka lakukan terhadap rekan-rekan kami di Canada,” tegas Sakaria.

Robert sendiri telah mendapat masukan dari rekanan penasihat hukum di Jakarta dan Kanada bahwa apa yang mereka lakukan tidak melanggar hukum.

Adapun kegiatan di Vancouver ini juga merupakan pencanangan Warung D3mokrasi yang diinisiasi oleh para relawan salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden secara serentak sekitar sebulan lalu di Toronto, Kanada dan Atlanta, Amerika Serikat.

Baca juga: Uang Keamanan Pemilu 2024 Rp2,5 Triliun, Polri Kerahkan Dua Per Tiga Kekuatan

Kegiatan tersebut, selain untuk persiapan menyambut masa kampanye pada 28 November mendatang, juga merupakan wujud keprihatinan warga akibat keputusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap penuh kepentingan politik.

Sakaria juga mengatakan bahwa berikutnya Warung D3mokrasi akan diselenggarakan di Eropa.

Selain mengajak untuk memenangkan salah satu paslon di daerah asal masing-masing, Sakaria juga harus mengawal suara di TPS sampai penghitungan.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved