Pilpres 2024
Wali Kota Makassar Bantah Rocky Gerung di Hadapan Ganjar Pranowo
Namun, yang diinginkan Rocky adalah jawaban secara ekologis, dimana Pulau Sulawesi bagian dari Australia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/dap-rock.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, membantah pernyataan Rocky Gerung pada acara Sarasehan Nasional Ikatan Alumni (IKA) UNM di Hotel Four Points, Kota Makassar, Sabtu (18/11/23).
Danny geram saat Rocky menyerang Ganjar Pranowo pada sesi pemaparan gagasan capres.
Saat itu, Rocky Gerung bertanya kepada Ganjar Pranowo, apakah Pulau Sulawesi bagian dari NKRI.
Ganjar menjawab, "Tentu saja bagian dari NKRI."
Namun, yang diinginkan Rocky adalah jawaban secara ekologis, dimana Pulau Sulawesi bagian dari Australia.
Hal ini membuat membuat Danny yang hadir sebagai undangan, langsung berdiri dan mengoreksi pernyataan Rocky Gerung.
Rocky juga langsung turun dari panggung dan berdiri di hadapan Danny Pomanto dalam jarak sekitar 3 meter.
Danny mengatakan, dia memiliki data lengkap dari berbagai aspek 50 juta tahun geologi.
"Artinya tidak selalu datanya Rocky Gerung itu benar, cuma itu yang saya mau sampaikan," kata Danny.
Kader PDIP ini mengaku jika pandangan Rocky Gerung mesti diuji terlebih dahulu.
Pasalnya Rocky selalu menginginkan adanya dialektika.
"Namanya juga kan paradigma, dia sendiri yang bilang paradigma, kalau paradigma dengan data yang salah itu menyesatkan, itu saja, tidak ada yang lain,” ungkapnya.
Danny kemudian menjelaskan terkait bencana alam yang terjadi pada tahun 1883 dan tahun 1419 saat bencana Gunung Merapi.
Dimana, pada saat Gunung Merapi meletus, meluluh lantakkan banyak hal.
"Bahkan runtuhnya (Kerajaan) Majapahit itu karena meletusnya Gunung Kelud, jadi bukan soal perang, ini soal demolisasi geologi," jelas Danny.