Kamis, 14 Mei 2026

Dua Pesawat TNI Jatuh di Pasuruan Jawa Timur, Ini Identitas 4 Orang Kru

Kedua pesawat tempur taktis tersebut jenis EMB-314 Super Tucano dan jatuh di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Dua Pesawat TNI Jatuh di Pasuruan Jawa Timur, Ini Identitas 4 Orang Kru
Tangkapan Layar Kompas TV
Pesawat TNI dilaporkan jatuh di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11/2023), tepatnya di kawasan lereng Gunung Bromo. 

TRIBUNTORAJA.COM, PASURUAN - Pesawat yang mengalami kecelakaan dan jatuh di kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), Kamis (16/11/2023) dipastikan milik TNI AU.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, saat dihubungi di Jakarta, Kamis, membenarkan insiden jatuhnya dua pesawat TNI AU itu.

Kedua pesawat tempur taktis tersebut jenis EMB-314 Super Tucano dan jatuh di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis siang, diperkirakan sekitar pukul 12.00 WIB.

 

 

"Betul (di Pasuruan, red.) dan ada dua (pesawat tempur)," kata Marsekal Fadjar dikutip Antara.

Saat ini, lanjut dia, pihak TNI AU masih menyelidiki peristiwa tersebut, termasuk soal kemungkinan adanya prajurit yang menjadi korban, penyebab jatuhnya pesawat, serta kronologi peristiwa.

Kedua pesawat yang jatuh itu masing-masing dengan nomor registrasi TT-3111 dan TT-3103.

 

Baca juga: Pesawat TNI Jatuh dan Terbakar di Lereng Gunung Bromo

 

Sebelumnya diberitakan satu unit pesawat terjatuh di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11/2023), tepatnya di kawasan lereng Gunung Bromo.

Awalnya diduga bahwa pesawat itu jatuh di Bukit Pranjakan, lereng Gunung Bromo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, terkini diketahui jatuh di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo.

 

Baca juga: Kecelakaan Tewaskan Pendeta Yahya Boong, Lurah Battang: Jatuh ke Jurang Sedalam 20 Meter

 

Titik jatuhnya pesawat tersebut berada di perbatasan Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Tengah, dan berada di tebing curam, dan biasanya daerah itu digunakan oleh warga untuk bercocok tanam.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved