WNI di Gaza
Kemlu RI Sulit Evakuasi Keluarga Abdillah Onim dan Muhammad Hussein dari Gaza
Dari 10 WNI, 3 WNI yang merupakan relawan kemanusiaan MER-C di RS Indonesia di Gaza memilih tetap bertahan di Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/serangan-udara-israel-ke-gaza-palestina-hamas-9102023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Judha Nugraha, menyebut tempat tinggal WNI di Gaza menjadi medan pertempuran antara Israel dan kelompok Hamas.
Dalam komunikasi yang dilakukan Kemlu, 10 warga negara Indonesia dalam kondisi selamat.
"Seluruh WNI berjumlah 10 orang di Gaza hingga saat ini dalam kondisi selamat," kata Judha kepada wartawan, Kamis (2/11/23).
Ia memaparkan, para WNI tersebar di Gaza City (Gaza Utara) dan Gaza Selatan.
Karena itulah upaya evakuasi WNI dan keluarga di Gaza masih terkendala keamanan.
"Kendala saat ini adalah lokasi tempat tinggal para WNI masih terjadi pertempuran, sehingga evakuasi aman belum bisa dilakukan," tutur Judha.
WNI yang bakal dievakuasi yaitu keluarga Abdillah Onim dan Muhammad Hussein.
Dari 10 WNI, 3 WNI yang merupakan relawan kemanusiaan MER-C di RS Indonesia di Gaza memilih tetap bertahan di kota yang telah hancur lebur akibat serangan udara militer Israel itu.
Menteri Luar Negeri (Menlu RI) Retno Marsudi menyebut, hanya ada satu pintu keluar dari Gaza, yakni Rafah.
Kini tim Indonesia sudah berada di pintu Rafah untuk melakukan evakuasi WNI di tengah ketidakpastian situasi.
"Situasi tidak pernah dapat diduga. Untuk mempersiapkan kemungkinan evakuasi, maka kita sudah gerakkan tim kita dari Kairo menuju Rafah, karena satu-satunya pintu keluar yang tersedia adalah Rafah," terang Retno.
Menurut Retno, laporan dari tim evakuasi mengatakan bahwa perjalanan yang ditempuh tidak mudah.
Tim harus berhenti untuk diperiksa berkali-kali dengan jumlah antrean yang sangat panjang.
"Setelah melalui pemeriksaan yang berlapis, tim kita dari Kairo sudah tiba di Rafah. Tim sudah berada di pintu Rafah di bagian Mesir. Sekarang kita tinggal melihat apa yang akan terjadi di bagian Gaza," tutur mantan duta besar RI untuk Belanda ini.
Menlu Retno berharap evakuasi WNI bisa dapat segera dilakukan.