Serangan Udara Israel ke Gaza Mengenai Rumah Sakit Indonesia
Israel sendiri kemudian melakukan pembalasan dengan melakukan serangan udara ke Gaza, yang diperkirakan menewaskan sekitar 430 warga Palestina.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/serangan-udara-israel-ke-gaza-palestina-hamas-9102023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, GAZA - Serangan udara Israel ke Gaza dilaporkan mengenai rumah sakit Indonesia yang berada di wilayah itu.
Namun menurut Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengungkapkan korban tewas adalah staf lokal MER-C.
Sarbini mengatakan korban tewas adalah Abdul Romzi, yang merupakan staf lokal MER-C dari Palestina yang telah bekerja sejak 2011.
“Iya korban tewas itu namanya Abu Romzi,” ujar Sarbini, Minggu (8/10/2023) dikutip dari Kompas.com.
“Itu salah satu staf lokal kita yang sudah bekerja sama kita itu sejak tahun 2011 sampai hari ini jadi korban beliau itu,” ujarnya.
Meski RS Indonesia di Gaza terkena dampak serangan tersebut, Sarbini mengatakan bahwa pelayanan tak dihentikan.
Baca juga: Militer Israel Sebut 700 Warga Tewas usai Serangan Hamas di Gaza
“Rumah sakit masih jalan pelayanannya, tidak mengalami kerusakan serius,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui bahwa pelayanan memang sempat terganggu, tetapi kemudian bisa diatasi oleh manajemen rumah sakit.
Sebelumnya kantor berita Palestina WAFA, memberitakan bahwa RS Indonesia di Gaza ikut terkena dampak serangan Israel.
Baca juga: RS Indonesia Kena Bom dalam Konflik Israel-Palestina, Prabowo Disebut Langsung Pimpin Rapat Mendadak