Jumat, 1 Mei 2026

Segera Balas Serangan Hamas, PM Israel Minta Warga Gaza Melarikan Diri

Juru Bicara Hamas, Khaled Qadomi menyebut operasi militer ini merespons berbagai kekejaman yang dialami masyarakat Palestina selama puluhan tahun.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Segera Balas Serangan Hamas, PM Israel Minta Warga Gaza Melarikan Diri
AFP
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNTORAJA.COM, TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu meminta warga gaza untuk melarikan diri.

Hal itu dilakukannya karena pasukan pertahanan Israel (IDF) akan segera melancarkan serangan balasan.

Kelompok militan Palestina, Hamas telah melakukan serangan ke area Israel di Gaza, Sabtu (7/10/2023).

 

 

Setelah menghujani Israel dengan ribuan rudal, Hamas memasuki wilayah Israel dan menewaskan sekitar 250 warga Israel.

Israel sendiri dilaporkan telah melakukan serangan balik melalui serangan udara ke Gaza.

Mereka dilaporkan bakal melakukan serangan darat ke Gaza, sebagai pembalasan.

 

Baca juga: Israel Siapkan 4 Divisi Tentara untuk Perkuat 31 Batalion di Perbatasan Gaza

 

“Saya katakan ke warga Gaza, segera pergi dari sana karena kami akan beraksi di mana pun dengan seluruh kekuatan,” ujar Netanyahu dikutip dari The Jerusalem Post.

“Hamas telah memulai perang yang jahat dan kejam, tetapi kami akan memenangkan perang ini,” kata Netanyahu.

Sosok yang memimpin faksi pemerintahan paling kanan di Israel saat ini tersebut mengatakan harga dari kemenangan Israel sangat berat untuk ditanggung.

 

Baca juga: Israel-Palestina Membara usai Serangan Hamas, KBRI Amman Jelaskan Nasib WNI

 

“Apa yang terjadi hari ini tak pernah terlihat di Israel, dan saya akan memastikan hal tersebut tak akan terjadi lagi,” ujarnya.

“Seluruh pemerintahan berdiri di belakang keputusan ini,” sambung Netanyahu.

Hamas sendiri mengungkapkan alasan mengapa pihaknya melakukan serangan kejutan ke Israel.

 

Baca juga: 250 Orang Tewas Usai Serangan Hamas di Jalur Gaza

 

Juru Bicara Hamas, Khaled Qadomi menyebut operasi militer ini merespons berbagai kekejaman yang dialami masyarakat Palestina selama puluhan tahun.

"Kami ingin komunitas internasional menghentikan kekejaman-kekejaman di Gaza, terhadap rakyat Palestina, terhadap tempat suci kami seperti Al-Aqsa. Semua ini adalah alasan di balik dimulainya pertempuran ini," kata Khaled Qadomi kepada Al Jazeera.

Qadomi pun mengatakan tentara dan warga Israel yang tertangkap akan dijadikan tawanan perang.

 

Baca juga: Bocah Israel Berusia 4 Tahun Donasikan Organ, Selamatkan 4 Nyawa Anak Lainnya

 

Ia mengatakan, pemukim Israel di daerah pendudukan adalah penjajah jika berpatokan dengan hukum internasional.

“Mereka bukan sandera, meraka adalah tawanan perang. Jadi, situasinya hari ini adalah perang melawan penjajah,” ujar Qadomi.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved