Inflasi September 2023, BPS: Beras dan Bensin Jadi Penyumbang Terbesar
Inflasi terjadi karena ada peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 115,22 pada Agustus 2023 menjadi 115,44 pada September 2023.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pedagang-beras-pasar-pagi-rantepao-toraja-utara-2982023.jpg)
"Beberapa komoditas lainnya yang menjadi penyumbang terbesar inflasi September 2023 adalah biaya kontrak rumah 0,1 persen, emas perhiasan 0,08 persen," ujarnya.
Meski kelompok makanan jadi penyumbang terbesar inflasi, ada juga komoditas makanan yang menjadi penyebab deflasi. Yaitu telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, dan cabai merah.
"Tarif angkutan udara juga memberikan andil deflasi seiring dengan kondisi low season yang terjadi saat ini dan di Indonesia," ucapnya.
Baca juga: Resmi Diluncurkan! Ini Dia Foto, Spesifikasi Lengkap dan Harga Ponsel Terbaru Xiaomi 13T dan 13T Pro
Amalia memaparkan, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan dengan inflasi sebesar 1,41 persen.
Inflasi di Tanjung Pandan disebabkan oleh kenaikan harga ikan segar dengan andil 0,58 persen, beras 0,40 persen, angkutan udara 0,11 persen, kangkung 0,07 persen, dan kacang panjang 0,07 persen.
Baca juga: Bakal Rilis Oktober, Ini Bocoran Harga Samsung Galaxy S23 Fan Edition
Di posisi kedua ada Sumenep dengan inflasi 0,72 persen, Kota Bima 0,63 persen, Kota Tual 0,61 persen, Kota Kendari 0,38 persen, dan Kotabaru 0,34 persen.
Sedangkan kota yang mengalami deflasi terdalam yaitu Manokwari dengan deflasi 1,70 persen.
(*)