Objek Wisata
Air Terjun Sarambu Assing Terbengkalai, Sampah di Mana-mana dan Toilet Bau Pesing
Khusus untuk beberapa pondok, nampak ada yang atapnya roboh, hingga papan pondok yang rusak.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/sarambu-assing.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Salah satu objek wisata andalan di Tana Toraja adalah Air Terjung Sarambu Assing. Sayangnya, objek wisata ini kurang perhatian dan akhirnya terbengkalai.
Air Terjun Sarambu Assing terletak di Lembang Patongloan, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja.
Walaupun pemandangan air terjun begitu asri, sangat disayangkan nampak objek wisata alam tersebut terbengkalai.
Dari pantauan tribuntoraja.com, selain jalan yang cukup curam menuju kelokasi dari jalan poros, Minggu (1/10/2023), pondok dan toilet umum di lokasi tersebut bau dan penuh coretan tangan.
Selain itu, banyak keramik yang yang pecah. Bahkan dari sekian banyak toilet, hanya dua yang berfungsi dengan baik.
Khusus untuk beberapa pondok, nampak ada yang atapnya roboh, hingga papan pondok yang rusak.
Sedangkan untuk parkiran, pengunjung hanya dapat menaruh kendaraan roda 2 nya di bawah pohon kopi, tanpa adanya tempat parkiran yang layak.
Selain itu untuk kendaraan roda 4, cukup sulit untuk memarkirkan kendaraanya.
Karena lokasi penurunan yang cukup curam, tempat parkir juga kurang memadai.
Dari lokasi parkiran menuju air terjun, pengunjung hanya dapat mengakses jalan kaki kurang lebih 5 hingga 10 menit, melewati kebun kopi.
Selain itu, beberapa sampah menumpuk di sudut-sudut pondok. Hanya ada beberapa tong sampah. Nampak adanya sisa pembakaran di lokasi tersebut yang berada tepat dibawah salah satu pohon pinus.
Salah satu pengunjung dari Kota Makassar, Aco (23), mengatakan, ia heran kenapa objek wisata alam yang bagus tapi terkesan tidak diurus dengan baik.
"Saya dan teman saya ini heran, kok objek wisata alam sebagus ini diabaikan, bahkan terkesan jorok. Sampah dimana-mana," ucapnya.
Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas ini juga mempertanyakan peran Pemkab Tana Toraja, seakan tidak ada upaya dalam memantau hal tersebut.
"Saya juga baru pertama kali kesini, walaupun tidak ada pembayaran masuk ke objek wisata ini, tapi kok tidak ada yang rawat, apakah ini dikelola swasta atau Pemkab Tana Toraja dalam hal ini dinas Pariwisata, tapi kenapa kesannya dibiarkan juga," jelasnya.
Ia berharap agar objek wisata tersebut lebih diperhatikan.
"Sepanjang jalan dari Kota Makale, ada beberap pamplang petunjuk ke objek wisata ini, mustinya harus diperhatikan jangan diabaikan," tutupnya.(*)