Hari Ini dalam Sejarah
Hari Ini dalam Sejarah: Hari Kereta Api Indonesia 28 September
Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, stasiun dan kantor pusat kereta api yang sebelumnya dikuasai Jepang, diambil alih oleh Pemerintah
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Kereta-Api.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia setiap tahun.
Hari peringatan ini merupakan kesempatan untuk menghormati peran penting kereta api dalam membentuk sejarah dan konektivitas negara.
Hari Kereta Api Indonesia menjadi peringatan momen bersejarah ketika kereta api pertama kali beroperasi di Indonesia pada 1867.
Melansir laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI), sejarah kereta api Indonesia dimulai dari pembuatan jalur kereta api pertama di wilayah Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) pada 17 Juni 1864.
Jalur kereta api pertama ini dimulai dari Desa Kemijen dan diprakasai oleh perusahaan swasta yang bernama Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM).
Pembangunan dimulai menggunakan kereta api selebar 1.435 mm.
Baca juga: Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Sulsel Dirayakan dengan Maudu Lompoa
Kemudian, Pemerintah Hindia Belanda juga membangun jalur kereta api negara melewati Staatssporwegen (SS).
Rute pertama SS melewati Surabaya, Pasuruan, dan Malang.
Keberhasilan NISM dan SS membangun jalur kereta api membawa ketertarikan investor swasta untuk membangun jalur kereta api di Jawa.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi 27 September dan Kisah Heroik di Bandung
Tidak hanya di Jawa, pembangunan jalur kereta api juga dilakukan di Aceh pada tahun 1876, Sumatera Utara tahun 1889, Sumatra Barat tahun 1891, Sumatra Selatan tahun 1914, dan Sulawesi tahun 1922.
Selain itu, terdapat studi mengenai rencana pemasangan rel kereta api di Bali, Lombok, dan Kalimantan.
Tetapi rencana tersebut belum sempat direalisasi.
Baca juga: Google Berusia 25 Tahun Hari Ini, Berawal dari Typo. Berikut Sejarah dan Profil Pendirinya
Sejarah kereta api Indonesia kemudian berlanjut saat masa kependudukan Jepang di nusantara.
Setelah Belanda menyerah tanpa syarat, Staatssporwegen diambil alih oleh Jepang dan berganti nama menjadi Rikuyu Sokyuku.
Jepang mengoperasikan kereta api hanya untuk keperluan perang.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Peristiwa Hotel Yamato Surabaya 19 September, Pemuda Robek Bendera Belanda
Jepang membangun perlintasan kereta api bernama Saketi-Bayah dan Muaro-Pekanbaru.
Lintas kereta api tersebut digunakan untuk mengangkut hasil tambang batu bara untuk menghidupkan mesin-mesin perang Jepang.
Selain itu, Jepang juga melakukan pembongkaran rel kereta api sepanjang 473 km, yang diberikan ke Burma untuk dibuat jalur kereta api di sana.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi 9/11, Peristiwa Terorisme yang Mengguncang Dunia
Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, stasiun dan kantor pusat kereta api yang sebelumnya dikuasai Jepang, diambil alih oleh Pemerintah Indonesia.
Puncaknya pada tanggal 28 September 1945 saat pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung.
Sejak saat itu, tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional.
Pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tersebut sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).
(*)