Rabu, 8 April 2026

DMI Serukan Shalat Istisqa, Ini Penjelasan, Tata Cara, dan Doa Minta Hujan

Sesuai dengan namanya, al-istisqa' ialah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto DMI Serukan Shalat Istisqa, Ini Penjelasan, Tata Cara, dan Doa Minta Hujan
Baznaz.go.id
Salat Istisqa, sesuai namanya, al-istisqa' ialah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). 

TRIBUNTORAJA.COM - Musim kemarau tahun ini memberikan dampak siginifikan. Apalagi dibarengi dengan fenomena El Nino membuat kekeringan makin berkepanjangan.

Diprediksi, fenomena ini akan berlanjut sampai Oktober 2023.

Mirisnya, sampai saat ini, 63 persen wilayah Indonesia merasakan dampak dari kemarau ini. Kekeringan melanda pertanian dan perkebunan, terancam gagal panen dan berujung pada krisis pangan dan ekonomi.

Bahkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih.

Ironisnya, akibat kemarau panjang ditambah fenomena El Nino ini telah menimbulkan korban jiwa. Dilaporkan 6 warga di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, akhir Juli silam, meninggal dunia karena kekurangan air.

Karena itu, Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan surat edaran yang menyerukan seluruh masjid di Indonesia menggelar Shalat istisqa atau sholat minta hujan.

Apa itu Shalat Istisqa?

Berikut penjelasan dan tata cara Shalat Istisqa yang dipaparkan Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, M Ishom El Saha, dikutip dari kemenag.go.id.

Sesuai dengan namanya, al-istisqa' ialah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama Fiqh mendefinisikan salat Istisqa sebagai salat Sunnah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Salat istisqa' telah dipraktikkan di zaman Rasulullah Saw. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. disebutkan:

خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوماً يستسقي فصلى بنا ركعتين بلا أذان ولا إقامة ثم خطبنا ودعا الله عز وجل وحول وجهه نحو القبلة رافعاً يديه ثم قلب ردائه فجعل الأيمن الأيسر والأيسر الأيمن

Artinya: Nabi Muhammad Saw keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rekaat bersama kita tanpa azdan dan iqamat, kemudian beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah Swt dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya (HR. Imam Ahmad).

Adapun waktu pelaksanaan shalat istisqa, seperti namanya, dilaksanakan pada saat terjadi kekeringan panjang, dan hujan lama tidak tercurah.

Shalat istisqa dilaksanakan pada siang hari, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari istri beliau, Aisyah Ra.:

خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم حين بدا حاجب الشمس

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved