Love Scamming
Apa Itu Love Scamming yang Membuat 132 WNA Asal China Terpaksa Dideportasi
Para WNA asal China ini diamankan oleh aparat kepolisian RI bersama Polisi China dan Interpol. Mereka diamankan dari berbagai tempat di Batam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Love-Scamming-WNA.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kedutaan Besar China di Indonesia akan memulangkan 132 warganya di Batam karena terlibat kasus Love Scamming. Pemulangan dilakukan hari ini dengan menggunakan pesawat charter.
Para WNA asal China ini diamankan oleh aparat kepolisian RI bersama Polisi China dan Interpol. Mereka diamankan dari berbagai tempat di Batam.
Selanjutnya, ratusan WNA China itu ditahan di Polda Kepri dan Polresta Barelang sambil menunggu berkasnya lengkap.
"Pemulangannya nanti melalui Kedutaan Besar China. Jadi semua berkasnya disiapkan dulu," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Ade Kuncoro sebelumnya.
Ade menjelaskan ada beberapa berkas yang perlu disiapkan sesuai dengan peraturan di negara yang bersangkutan.
"Jadi kita sifatnya menunggu saja. Urusan pemulangan itu ada di tangan polisi China," kata Ade.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 132 WNA asal China yang terlibat dalam aksi penipuan jaringan internasional dengan modus love scamming ditangkap Interpol Mabes Polri bekerja sama dengan Polda Kepri dan Polisi China.
Para pelaku diamankan di beberapa tempat di Batam. 88 orang diamankan di gedung di kawasan Kara Industrial Park, pada Selasa (29/8/2023), dua orang diamankan di Sukajadi, pada Rabu (30/8/2023) dan pada Selasa (5/9/2023) Polda bersama Polresta mengamankan 10 orang di Pulau Kasu.
Selanjutnya, 32 orang di Pulau Motong, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.
Para WNA tersebut saat ini menjalani penahanan di Polda Kepri sebanyak 90 orang dan Polresta Barelang sebanyak 42 orang, sebelum dipulangkan ke negara asalnya..
Apa Itu Love Scamming
Dikutip dari situs Pusiknas Bareskrim Polri, love scamming juga disebut dengan romance scam. Love scamming adalah penipuan berkedok asmara di mana pelaku menaklukkan korban dengan kata-kata cinta bahkan hubungan romansa yang serius.
Saat beraksi, pelaku memanipulasi korban untuk mendapatkan uang. Setelah mendapatkan uang, pelaku akan menghilang.
Penipuan romantis ini terjadi ketika seorang penjahat memakai identitas online palsu untuk mendapatkan kasih sayang dan kepercayaan korban. Pelaku kemudian menggunakan ilusi hubungan romantis untuk memanipulasi dan/atau mencuri dari korban.
Pelaku yang melakukan penipuan percintaan adalah ahli dalam apa yang mereka lakukan dan akan terlihat tulus, penuh perhatian, dan dapat dipercaya. Penipu love scamming hadir di sebagian besar situs kencan dan media sosial.