Cabai
Cara Menanam dan Merawat Cabai Agar Berbuah Lebat
Akhir-akhir ini makin banyak orang yang menanam cabai. Baik di pekarangan rumah maupun di kebun. Menanam cabai bisa dibilang gampang-gampang susah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Cabai-berbuah-lebat.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Akhir-akhir ini makin banyak orang yang menanam cabai. Baik di pekarangan rumah maupun di kebun. Menanam cabai bisa dibilang gampang-gampang susah.
Dibilang gampang, tanaman ini sangat mudah tumbuh meski dalam kondisi cuaca ekstrim. Namun susahnya, tak sedikit orang gagal menanam cabai hingga tanaman tersebut berbuah lebat.
Dilansir dari berbagai sumber, buah cabai mengandung banyak nutrisi, seperti kalium, natium, serat, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, B6, B12, C, dan D. Tak heran, banyak ibu-ibu masa kini yang memilih menanam cabai sendiri demi stok cabai yang selalu terpenuhi dan kualitas yang segar.
Oleh karena itu, tanaman cabai harus dirawat dengan baik. Untuk membantu Anda, berikut beberapa cara merawat cabai agar berbuah banyak.
Pilih Benih Cabai Berkualitas
Sebelum Anda menanam cabai dan melakukan perawatan, hal pertama yang dilakukan adalah memilih benih cabai dengan kualitas terbaik. Benih cabai yang baik adalah yang sudah tua, berwarna merah menyala, masih segar, tidak keriput, dan tangkainya berwarna hijau segar.
Anda juga dapat membeli benih yang siap tumbuh di toko tanaman dengan memperhatikan kondisi kesehatan tanaman. Jika masih berbentuk biji-bijian, Anda dapat mengetesnya dengan air dan lihat keesokan harinya. Jika biji cabai tenggelam, maka ini biji terbaik yang bisa ditanam.
Penyiraman dan Pemupukan Secara Berkala
Setelah biji selesai disemai, Anda perlu melakukan perawatan rutin seperti menyiram dan memberi pupuk. Sebelumnya, gunakan media tanam berupa campuran pupuk, sekam, dan tanah humus dengan perbandingan 2:1:3 agar cabai cepat berbuah.
Lalu, sirami tanaman cabai pagi dan sore secukupnya. Saat pagi hari, Anda dapat menyiram dengan air bekas cucian beras, sedangkan sore dapat menggunakan air biasa. Pastikan Anda juga menggunakan pot tanaman dengan lubang drainase yang baik.
Pupuk yang digunakan sebisa mungkin gunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk organik lebih baik digunakan untuk skala pertanian rumah tangga karena lebih aman untuk lingkungan. Berikan pupuk kepada tanaman dengan jarak waktu dua minggu sekali. Letakkan pupuk ke atas permukaan yang dekat dengan akar tanaman.
Pemangkasan
Pemangkasan tanaman cabai sangat diperlukan agar tanaman terhindar dari hama serta menjadikan tanaman lebih bersih. Untuk melakukannya, Anda membutuhkan gunting tanaman. Gunting pucuk tanaman agar struktur tanaman lebih terjaga. Namun, jangan potong daun muda atau buah yang masih kecil. Lakukan pemangkasan ini selama satu bulan sekali.
Saat tanaman cabai tumbuh semakin besar, ada baiknya Anda memasang penopang dari bambu atau kayu kecil agar pohonnya dapat berdiri kokoh dan tidak patah bila tertiup angin.
Pemberian Vitamin Khusus Tanaman Cabai