UPDATE Korban Tewas Gempa Maroko Capai 2.800 Orang, Ribuan Lainnya Luka-luka
Sukarelawan dan warga Maroko, dibantu oleh beberapa orang asing, membantu mengarahkan lalu lintas dan membersihkan jalan dari puing batu.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/11092023_gempa_Maroko.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAROKO - Warga di sebagian wilayah Maroko yang hancur oleh gempa bumi terbesar dalam lebih dari satu abad terakhir masih berkemah di luar ruangan pada malam keempat, ketika jumlah korban tewas mencapai lebih dari 2.800 orang.
Dikutip dari Reuters, Selasa (12/9/2023), tim pencarian dari Spanyol, Inggris, dan Qatar bergabung dengan tim SAR Maroko untuk mencari korban selamat dari gempa bumi berkekuatan 6,8 M yang mengguncang wilayah tersebut Jumat (8/9/2023) malam waktu setempat.
TV nasional Maroko melaporkan pada Senin (11/9/2023) malam bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.862, dengan 2.562 orang terluka.
Karena sebagian besar wilayah terdampak gempa sulit dijangkau, otoritas belum mengeluarkan perkiraan jumlah yang hilang.
Di desa Tinmel, hampir setiap rumah hancur berkeping-keping dan seluruh komunitas menjadi tanpa tempat tinggal.
Bau busuk dari puluhan hewan yang tertimbun di bawah reruntuhan tercium di beberapa bagian desa.
Baca juga: Jumlah Korban Tewas Gempa di Maroko Bertambah, Dari Minggu Mencapai 2.122 Orang
Salah satu warga, Mouhamad Elhasan, 59 tahun, mengatakan bahwa ia sedang makan malam bersama keluarganya ketika gempa bumi terjadi.
Elhasan bercerita kepada Reuters, putranya yang berusia 31 tahun melarikan diri ke luar dan tertimpa ketika atap tetangganya runtuh, menimpanya di bawah reruntuhan.
Elhasan mengatakan bahwa ia mencari putranya sambil berteriak meminta pertolongan.
Baca juga: Kesaksian Bupati Sukabumi Saat Gempa Maroko Terjadi, Burung Parkit Tabrak Sangkar Sebelum Gempa