Heboh Ganjar Pranowo Muncul di Tayangan Adzan Televisi, MUI dan Bawaslu Angkat Bicara
Sebagai informasi, berdasarkan tahapan pemilu 2024, pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden baru akan berlangsung pada 19 Oktober-25...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ganjar-pranowo-adzan-1092023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Tayangan adzan di salah satu stasiun televisi swasta yang menampilkan bakal calon presiden PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo menuai kontroversi.
Ganjar Pranowo dituding melakukan politik identitas melalui tayangan adzan yang disiarkan di televisi.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas buka suara.
Anwar menyebut, tak ada yang perlu dipermasalahkan soal Ganjar tampil di tayangan adzan.
"Tidak masalah. Sah-sah saja. Malah kalau yang bersangkutan sebagai seorang Muslim tidak salat maka di situ baru masalah," ujar Anwar, Sabtu (9/9/2023), dikutip dari Tribun Solo.
Bahkan, Anwar mempersilakan jika bacapres lain ikut melakukan hal serupa jika tujuannya berdakwah.
Baca juga: Akui Ridwan Kamil Masuk Daftar Bacawapres Ganjar Pranowo, PPP: Belum Dibahas
"Kalau capres-capres yang lain juga ingin melakukan hal yang sama dan serupa, silakan saja," tuturnya.
Kendati demikian, apabila karena masalah politik, kemunculan bacapres di tayangan adzan dapat mengundang kegaduhan, Anwar meminta tidak menayangkan adzan yang menampilkan bacapres.
"Jika menyiarkan hal tersebut akan lebih besar mudharat dari pada manfaatnya atau akan menimbulkan kegaduhan dan pro-kontra di tengah-tengah masyarakat maka tentu hal-hal semacam itu lebih baik ditinggalkan saja," tutupnya.
Baca juga: Ridwan Kamil Digodok Jadi Bacawapres Ganjar Pranowo, Kang Emil: Kami Lagi Bangun Monumen Bung Karno