Musim Kemarau, 2.200 Warga Palopo Tercatat Terinfeksi ISPA
Irsan mengatakan, kenaikan jumlah penderita ISPA ini disebabkan musim kemarau yang dibarengi fenomena El Nino.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/09092023_ISPA.jpg)
Kemudian April sempat turun menjadi 38.507 orang. Di bulan Mei, pengidap ISPA meningkat drastis menjadi 43.695 kasus.
Bulan Juni kembali turun menjadi 33.684 kasus.
Namun di bulan Juli, angka pengidap ISPA kembali meningkat mencapai 40.045 kasus.
“Untuk bulan Agustus, Dinkes Sulsel masih menghimpun data yang valid,” ujarnya.
Yusri menjelaskan beberapa faktor membuat seorang teridentifikasi ISPA.
Termasuk cuaca panas yang sedang melanda Sulsel.
"Diagnosa ISPA itu bervariasi. Ada karena sinus, faring, laring hingga influenza. Itu biasa karena faktor cuaca atau alergi debu sehingga itu yang bisa menyebabkan tingginya angka ISPA," sambungnya.
Untuk rentang usia pengidap ISPA di bulan Juli 2023, terbanyak dialami warga berusia 9-60 tahun. Jumlahnya 18.679 orang.
Angka tertinggi berasal dari Luwu Timur dengan 2.104 kasus.
Kemudian, rentang usia 0-5 tahun ada 11.585 kasus.
Balita di Makassar terbanyak mengidap ISPA di bulan Juli dengan angka 1.542 kasus.
Rentang usia 5-9 tahun, ada 5.796 warga Sulsel teridentifikasi ISPA.
Lutim kembali menjadi daerah tertinggi di usia ini, dengan 782 kasus.
Terakhir, rentang usia 60 tahun ke atas sebanyak 3.985 kasus. Makassar menjadi terbanyak dengan 414 kasus.
Yusri menjelaskan, ada beberapa ciri-ciri mengarah ke ISPA.