Jumat, 22 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Militer Rusia Pakai Taktik Tak Biasa Hadapi Ukraina, Katanya Bisa Bikin Bingung Drone

Salah satu cara yang dilakukan adalah menggunakan ban bekas untuk membingungkan gelombang serangan drone Ukraina di wilayahnya.

Tayang:
Editor: Muh. Irham
zoom-inlihat foto Militer Rusia Pakai Taktik Tak Biasa Hadapi Ukraina, Katanya Bisa Bikin Bingung Drone
twitter
Jet tempur Su-34 Rusia tampak ditumpuki ban-ban bekas mobil di atas bodinya. Sebelumnya, Rusia juga melapis sayap pesawat pengebom Tu-95 menggunakan ban-ban mobil. 

Beberapa analisis sumber terbuka sebelumnya mengatakan Rusia menggunakan taktik 'nyeleneh' lain untuk melindungi peralatan militernya.

Ban Mobil untuk Memecah Tanda Inframerah

Alasan Rusia menggunakan ban sebagai kamuflase pesawat-pesawat mereka hingga kini belum diketahui secara tidak jelas.

Namun, sebuah ulasan di The War Zone, menduga, penggunaan ban-ban sebagai pelapis di sayap dan bodi pesawat Tu-95 dan Tu-160 dimaksudkan Rusia untuk memecah tanda inframerah pesawat.

Ini akan membingungkan rudal-rudal Ukraina yang masuk, seperti rudal jelajah anti-kapal R-360 Neptune yang telah dimodifikasi untuk mencapai sasaran di darat.

Teori lain mengisyaratkan ban digunakan sebagai pelindung, meskipun tidak semua pesawat masih utuh saat kena serangan drone, sehingga membuat beberapa analis menduga kalau pesawat-pesawat yang dipasangi ban mobil itu merupakan umpan.

Secara fisik, kecil kemungkinannya bahwa ban tersebut dapat memberikan perlindungan yang cukup terhadap serangan rudal atau drone, namun ban tersebut mungkin dapat membingungkan senjata yang mengarah ke sasaran tersebut, tergantung pada metode penargetan yang digunakan.

Dalam hal ini, solusi seperti itu, meskipun sederhana dan sementara, bisa jadi merupakan solusi yang diinginkan Rusia setelah serangan baru-baru ini terhadap pangkalan-pangkalannya.

Pada akhir Agustus, serangan pesawat tak berawak terhadap pesawat pengebom supersonik Tupolev Tu-22M3 Backfire yang parkir jauh dari garis depan pertempuran menunjukkan betapa buruknya upaya perlindungan pasukan Rusia selama 18 bulan setelah perang terjadi.

Hal ini, seperti yang dikatakan oleh intelijen Barat, setidaknya serangan ketiga yang berhasil terhadap lapangan terbang Long Range Aviation [Penerbangan Jarak Jauh], sekali lagi menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Rusia untuk melindungi lokasi-lokasi strategis jauh di dalam negeri mereka.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved