Pilpres 2024
Tanggapi Isu Duet Anies-Cak Imin, PKB: Finalisasi dalam Rapat di Surabaya Sore Ini
Dia menyebut partainya akan menggelar rapat yang lebih luas dengan para kiai di Surabaya untuk memfinalkan kerja sama politik tersebut.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jazilul-f1.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut baik tawaran kerja sama politik dari Partai NasDem.
Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid mengungkapkan, keputusan mengenai hal tersebut akan difinalisasi pada Jumat (1/9/2023) sore dalam rapat di Surabaya, Jawa Timur.
Dia menyebut partainya akan menggelar rapat yang lebih luas dengan para kiai di Surabaya untuk memfinalkan kerja sama politik tersebut.
"Tawaran kerja sama nanti akan didetilkan, difinalisasi, dengan rapat yang lebih luas. Baik rapat di PKB maupun dengan pihak-pihak yang lain, stakeholder (pemangku kepentingan) yang lain, termasuk juga konsultasi dengan para kiai, tentu akan difinalkan, finalisasinya di Surabaya," katanya di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat dikutip Kompas.com.
Menurut penjelasannya, rapat tersebut akan digelar pukul 15.00 WIB.
"Rapat akan diselenggarakan jam 3 hari ini di Surabaya," ujarnya.
Baca juga: Dikunjungi Surya Paloh di Istana Negara, Presiden Jokowi: Cuma Pertemuan Biasa
Meski begitu, Jazilul enggan membocorkan kapan pasangan Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, akan dideklarasikan.
Pasalnya, kata dia, hal tersebut tergantung keputusan rapat sore nanti di Surabaya.
"Tunggu nanti keputusan rapat nanti sore," tegasnya.
Baca juga: PKB Sebut Cak Imin sedang Dipingit, Tanggapi Isu Duet Anies-Muhaimin
"Namanya tawaran kerja sama, kapan diresmikan itu menunggu rapat di Surabaya," ucapnya.
Kabar koalisi antara Partai NasDem dan PKB sempat diungkapkan oleh Partai Demokrat.
Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut Anies menyetujui kerja sama yang digagas NasDem dan dipasangkan dengan Muhaimin pada Pilpres 2024.
Baca juga: Ganjar Pranowo Ucapkan Selamat untuk Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Ia mengungkapkan, keputusan itu diambil setelah Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Cak Imin bertemu di NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Selasa (29/8/2023).
“Secara sepihak Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” ujar Riefky dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).
Ia mengatakan Surya langsung memanggil Anies pada malam itu juga untuk menyampaikan keputusan tersebut.
Baca juga: NasDem Tunjuk Cak Imin Jadi Cawapres, Demokrat Ungkap Surat Anies Baswedan untuk AHY
Adapun informasi tersebut, kata dia, didapat DPP Partai Demokrat dari Sudirman Said, juru bicara Anies Baswedan yang juga anggota tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
DPP Partai Demokrat menilai langkah sepihak tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan dan Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga parpol anggota KPP yaitu NasDem, Demokrat, dan PKS.
(*)