Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Seni

Pasar Seni Makale, Ikon Tana Toraja yang Kian Terbengkalai dan Miris

Pasalnya di Pasar Seni Makale, pengunjung dapat memenemui berbagai jenis buah tangan khas Toraja, jajanan kuliner

Tayang:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Muh. Irham
zoom-inlihat foto Pasar Seni Makale, Ikon Tana Toraja yang Kian Terbengkalai dan Miris
Tribun Toraja/Muhammad Rifki
Kondisi miris di kompleks gedung Pasar Seni Makale yang terbengkalai, Sabtu (15/6/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Pasar Seni Makale yang terletak di Jl Pelita, Makale dulunya pernah menjadi atraksi unggulan untuk menarik wisatawan di Kabupaten Tana Toraja.

Pasalnya di Pasar Seni Makale, pengunjung dapat memenemui berbagai jenis buah tangan khas Toraja, jajanan kuliner, informasi wisata, bahkan tak jarang pertunjukan memukau.

Namun kini, Pasar Seni Makale kian terbengkalai, utamanya di bagian kompleks gedung yang dulunya ditargetkan menjadi tempat workshop dan pusat pelatihan UMKM.

Pantauan TribunToraja.com pada Sabtu (15/7/2023), terlihat gedung tersebut memang sudah kosong meski di beberapa bagian masih menyisakan kerajinan khas Toraja yang dulunya dijajakan di sini.

Hanya bekas puntung rokok, kaca retak, tumbuhan liar, sawang hingga debu yang kini menghiasi ikon yang terletak di pusat Kota Makale ini, layaknya bangunan terbengkalai pada umumnya.

Tak sampai di situ, malam hari yang minim penerangan di Pasar Seni Makale seakan kian menambah miris kondisinya.

Salah seorang warga, Krisdianto, bahkan menyebut Pasar Seni Makale di malam hari hanya dijadikan tempat parkir liar mobil.

“Pasar Seni saja kalau malam sudah jadi lokasi parkir mobil delapan roda. Padahal saat launching-nya menjadi pusat oleh-oleh khas Toraja, eh ujung-ujungnya jadi bangunan tak terpakai,” beber Krisdianto yang sekaligus anggota GMNI Tana Toraja.

Perlu diketahui, pedagang yang dulunya menempati kompleks gedung di Pasar Seni Makale diminta untuk mengosongkan lokasi pada tahun 2021 oleh Sekretaris Daerah Tana Toraja yang menjabat saat itu, Semuel Tande Bura.

Pengosongan tersebut menindaklanjuti arahan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung yang menginginkan Pasar Seni Makale kembali pada tujuan awalnya sebagai tempat workshop dan pusat pelatihan UMKM.

“Mending kembalikan jadi lapangan basket, lebih bermanfaat. Ataukah penjual sarabba di Tugu Peluru alihkan ke Pasar Seni untuk menjual, itu lebih menghidupkan hiruk-pikuk malam di Toraja,” imbuh Krisdianto.

Satu-satunya yang menghidupkan Pasar Seni Makale saat ini hanya panggung utama yang dapat disewakan untuk berbagai jenis kegiatan hingga acara besar.

Pasar Seni Makale sendiri dibangun pada tahun 2014 di bawah pemerintahan Theofilus Allorerung-Adelheid Sosang dengan anggaran ratusan juta rupiah.

Namun, bangunan ini baru resmi digunakan pada tahun 2015 yang menjadi awal pemerintahan Nico Biringkanae-Victor Datuan Batara.

Saat itu, Pasar Seni Makale diresmikan oleh Victor Datuan Batara sebagai Wakil Bupati Tana Toraja.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved