Minggu, 31 Mei 2026

Pupuk Organik

Kencing Sapi Diubah Jadi Pupuk Organi, PT Lampoko Ternak Indonesia Untung Miliaran Rupiah Sebulan

PT Lampoko Ternak Indonesia memproduksi pupuk organik dengan bahan dasar urine sapi.

Tayang:
Editor: Muh. Irham
zoom-inlihat foto Kencing Sapi Diubah Jadi Pupuk Organi, PT Lampoko Ternak Indonesia Untung Miliaran Rupiah Sebulan
Tribun Timur
Agronomis PT Lampoko Ternak Indonesia, Rahmat Hidayat (tengah) menceritakan bagaimana mengubah urine sapi menjadi pupuk organik saat menjadi narasumber talkshow Program Tribun UMKM di studio Tribun Timur, Sabtu (15/7/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Urine atau kencing sapi ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh  PT Lampoko Ternak Indonesia untuk mendapatkan cuan.

PT Lampoko Ternak Indonesia memproduksi pupuk organik dengan bahan dasar urine sapi. Mereka membuat prooduk tersebut dengan nama produksi Lampoko Biourine.

Agonomis PT Lampoko Ternak Indonesia, Rahmat Hidayat saat menjadi narasumber di talkshow program Tribun UMKM, Sabtu (5/7/2023) mengatakan, pupuk ini lahir karena adanya peluang.

Di mana saat ini banyak yang memanfaatkan pupuk organik.

“Akhirnya, owner kami membaca peluang itu dan memilih memfokuskan pada produksi pupuknya. Akhirnya kerja sama yang mengurus izin ini untuk menyusun satu pupuk serba guna yang namanya pupuk Lampoko Biourine. Dikatakan biourine karena bahan utamanya dari urine sapi,” jelasnya.

Pupuk organik ini telah memiliki izin dari kementerian. 

Selain itu, pupuk ini juga telah mendapatkan sertifikasi pupuk organik di Indonesia.

“Dengan izin itu, sudah legal menyebarkan dan termasuk sudah masuk di e-kalatog. Jadi semua itu menjadi power untuk menjadi pupuk dipakai petani, karena setahu saya pupuk sudah lulus di kementerian, itu artinya sudah efektif,” tutur Rahmat.

Ia menyebut bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya membuat pupuk yang bukan dalam bentuk cair.

“ita juga persiapan untuk mempersiapkan pupuk organik padat atau granol,” sebutnya.

PT Lampoko Ternak Indonesia memproduksi pupuk organik 50 ribu liter per bulan.

Harga per botol Rp 100 ribu.

Berarti sebulan bisa menghasilkan Rp 5 miliar.

Awalnya, produksi di tahun 2022 hanya 30 ribu liter per bulan. 

Ke depannya, pihaknya berkomitmen mengembangkan produksi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved