Beredar Surat Jalur Mandiri Unissula Semarang, Ini Penjelasan Kampus
Setiawan menjelaskan bahwa calon mahasiswa akan dinyatakan lulus tanpa tes dengan syarat mendaftar di ujian mandiri Unissula.
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/14072023_Unissula.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, Semarang - Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjelaskan tentang beredarnya surat penerimaan mahasiswa baru tahun yang viral di media sosial.
Jagad Twitter tiba-tiba heboh setelah seorang penggunanya mengunggah tangkapan layar surat berkop Unissula.
Pengguna mengaku mendapat surat yang dikirim melalui WhatsApp (WA), isinya keterangan diterima menjadi mahasiswa baru di program studi (prodi) S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unissula Semarang.
Bukan cuma satu orang, tapi ada beberapa netizen juga mengaku mendapat pesan yang sama.
Pihak kampus membenarkan bahwa surat tersebut memang dikeluarkan Unissula Semarang.
Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Unissula, Setiawan Widiyoko, menjelaskan bahwa calon mahasiswa yang mendapatkan surat tersebut tidak sembarang.
Mereka yang mendapat surat sudah melalui screening dan dinilai memiliki kompetensi serta layak masuk kampus yang berada di yang berada di Jalan Raya Kaligawe Km 4 Semarang, Jawa Tengah, itu tanpa tes.
Karena, kampus telah melakukan pendataan melalui kerja sama selama sekitar delapan tahun dengan guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah menengah atas (SMA) atau kejuruan di seluruh Indonesia.
"Kalau dulu kami datang ke sekolah, kami presentasi, sosialisasi, setelah itu kami dapat data dari presensi," terang Setiawan, Jumat (14/7/2023).
Namun, sejak pandemi, Unissula mulai melakukan sosialisasi melalui zoom meeting atau guru BK, sehingga mendapatkan akses data calon mahasiswa.
"Di situlah, sehingga kami memberikan informasi penerimaan mahasiswa baru melalui surat," katanya.
Ia menambahkan, pihak kampus mengola dan menganalisi data yang ada sehingga diketahui minat masing-masing calon mahasiswa.
"Kami punya riset, dari data 79.000 itu kami breakdown (rinci) lagi, dan itu butuh proses. Breakdown kembali, sehingga ketemulah misalnya si A minatnya di fakultas mana," jelasnya.
"Jadi sebelum penutupan PMB (penerimaan mahasiswa baru), kami informasikan itu (melalui surat)," lanjut Setiawan.
Calon mahasiswa yang diberikan surat ini berdasarkan riset data, melihat nilai rapor atau ijazah SMA/MAN/SMK atau prestasi akademik