Gas 3 Kg Langka dan Mahal, Disperindagkop dan UKM Toraja Utara Turunkan Tim Memantau
Amos pun meminta kepada anggotanya agar memantau di lapangan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan kelangkaan tersebut.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/12072023_Amos_Harma.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Sudah beberapa hari terakhir telah terjadi kelangkahan dan kenaikan harga Gas 3 Kg di Toraja.
Kondisi ini terjadi di Tana Toraja maupun Toraja Utara. Warga pun mengeluh karena kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi tersebut.
Kadis Disperindagkop dan UKM Toraja Utara, Amos Harma Patola, mengaku sudah mendengar keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut.
"Ia benar, saya juga dapat informasi dari masyarakat akan adanya kelangkaan dan harga gas LPG 3 kg," ucap kepada tribuntoraja.com saat ditemui di diruangannya di Marante', Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (12/7/2023)
Ia pun meminta kepada anggotanya agar memantau di lapangan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan kelangkaan tersebut.
"Saya sudah arahkan untuk memantau, dan setelah itu akan melapor ke saya dari hasil pemantauan," tuturnya.
Lanjut ia mengatakan bahwa terkait acuan harga batas gas 3 Kg subsidi ini sudah ada aturan dari Pemkab Toraja Utara.
"Sebenarnya sudah ada aturannya, tapi saya harus cross cek dulu untuk memastikan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, harga gas melon Tana Toraja maupun Toraja Utara mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu.
Padahal sebelumnya untuk harga pertabung 3 Kg hanya sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.