Anggota DPRD Tana Toraja Diperiksa
Penjelasan Polisi Soal Anggota DPRD Tana Toraja yang Diduga Terlibat Judi Silaga Tedong
Polisi mendapatkan laporan dari beberapa masyarakat mengenai adanya praktik judi dalam pelaksanaan tradisi silaga tedong di Kelurahan Botang
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Adu-Kerbau-di-Balusu.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Polres Tana Toraja memeriksa seorang anggota DPRD Tana Toraja berinisial SP karena diduga terlibat perjudian modus adu kerbau atau silaga tedong, Minggu (2/7/2023).
SP merupakan ketua panitia pada sebuah acara adat itu.
Polisi mendapatkan laporan dari beberapa masyarakat mengenai adanya praktik judi dalam pelaksanaan tradisi silaga tedong di Kelurahan Botang, Kecamatan Makale Tator, Sabtu (1/7). Atas informasi tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa SP sebagai ketua panitia.
"Iya semalam kami periksa salah satu anggota DPRD Tana Toraja, kebetulan dia ketua panitia dalam pelaksanaan acara adat adu kerbau atau silaga tedong itu," kata Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Sayid Ahmad, Minggu (2/7).
"Sementara dalam tahap lidik, semua kami periksa dan mintai keterangan, harap teman-teman media bersabar," tuturnya.
Ia juga mengatakan bahwa kegiatan acara adat tersebut sudah ada izinnya.
"Izin keramaian sudah ada, karena ini kan acara adat, cuman untuk dugaan yang beredar sedang di dalami," jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa terkait dugaan tersebut harus ada bukti yang jelas baru bisa dilanjutkan tahapan pemeriksaannya.
"Harus ada bukti kuat supaya dapat dilanjutkan, makanya kami minta masyrakat jika mengetahui segera melapor juga," tutupnya.
Silaga tedong merupakan tradisi bagian dari prosesi adat kedukaan atau rambu solo yang bermakna untuk memberikan penghiburan bagi keluarga yang sedang berduka dan sebagai ekspresi kegembiraan para gembala kerbau di Toraja. Dalam aturan itu, kerbau yang diadukan atau silaga hanya kerbau yang akan disembelih dalam upacara adat rambu solo.
Namun sekarang tradisi itu mulai bergeser. Banyak kerbau didatangkan dari luar untuk diadu dengan kerbau lain dan membentuk tim. Di luar itu, para suporter bersorak sambil mempertaruhkan sejumlah uang bagi kerbau jagoan mereka.(*)