Tekno
AI Diperkirakan Bakal Kurangi Waktu Kerja, Gaji Pegawai akan Turun?
Sektor yang paling terdampak adalah sektor keuangan dan asuransi, informasi dan komunikasi, dan jasa perusahaan.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/chatbots-artificial-intelligence-kecerdasan-buatan_20170801_134357.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus berkembang dengan pesat.
Sebanyak 17 sektor lapangan usaha di Indonesia dan 26,7 juta pekerja di Indonesia diperkirakan akan terbantu oleh AI.
Salah satu dampak positif dari diterapkannya AI pada pekerjaan adalah mampu membantu pekerjaan semakin efisien.
Dengan demikian, AI diperkirakan dapat mempersingkat waktu atau jam kerja.
Berdasarkan data mikro yang diolah Kompas.id dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, rata-rata waktu kerja para pekerja Indonesia adalah 8 jam per hari.
Jika AI diterapkan, maka waktu kerja bisa lebih singkat menjadi 6 jam per hari.
Baca juga: Ingin Saingi ChatGPT, Elon Musk Bikin Perusahaan AI Baru
Pasalnya, sisa pekerjaan selama 2 jam bisa dikerjakan oleh AI.
Misalnya, pada sektor pertambangan yang memiliki rata-rata waktu kerja paling lama, yakni 9,2 jam per hari, dapat dipersingkat 2,2 jam per hari, menjadi 7 jam saja.
Teknologi AI di sektor pertambangan dapat membantu pemantauan alat-alat berat.
Baca juga: Inilah Ren Xiaorong, Penyiar Berita Bertenaga AI Terbaru di Tiongkok