Pesparawi Nasional V SMGT
Ini Jenis Lomba dalam Pesparawi Nasional V SMGT 2023, Diikuti 93 Klasis
Pesparawi Nasional V SMGT 2023 mengangkat tema "Teguh dalam Yesus dan Setia Melayani".
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/29062023_pesparawi_SMGT_1.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Ketua Umum Badan Pekerja Sidone (BPS) Gerejaa Toraja, Pdt Alfred Anggui, membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional V 2023 Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) yang dipusatkan di Plaza Kolam Makale, Tana Toraja, Kamis (29/6/2023) pagi.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Ketua BPS Gereja Toraja beserta Ketua PKK Tana Toraja, Anggota DPR RI, anggota DPRD Sulsel, Ketua DPRD Tana Toraja, ketua panitia, dan tokoh lainnya.
Sebelumnya, peserta mengikuti devile dengan memperlihatkan ciri khas dari daerah masing-masing, seperti membawa hasil bumi, menggenakan pakaian adat, sampai tarian.
Kemudian dilanjutkan dengan ibadah pembukaan.
Pesparawi Nasional V SMGT 2023 mengangkat tema "Teguh dalam Yesus dan Setia Melayani".
Peserta Pesparawi ini sebanyak 1.500 orang dari 93 klasis. Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Pesparawi Nasional V SMGT 2023, Yohanis Lintin Paembonan.
"Peserta dari semua klasis di Gereja Toraja, dari Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Semuanya berkumpul di sini untuk memuji Tuhan," ucap Yohanis.
Pesparawi Nasional V SMGT 2023 akan dihelat hingga 1 Juli 2023 nanti. Yohanis menyebut, ada 8 jenis lomba yang akan diikuti peserta.
"Mulai dari paduan suara anak, vokal grup guru-guru Sekolah Minggu, Cerdas Cermat Alkitab (CCA), lomba solo, lomba bercerita, lomba baca Sura' Ma'datu (lomba baca Alkitab)," ucapnya.
Untuk menampung semua perlombaan itu, panitia menempatkan lomba di empat lokasi berbeda.
"Di Aula UKI Toraja kampus 1, di gedung Tammuan Mali, gedung wilayah 3 Gereja Toraja, dan halaman gedung Gereja Toraja Jemaat Pantan," tuturnya.
Ia mengharapkan agar kegiatan tersebut membawa nilai-nilai kebersamaan antar umat Gereja Toraja dan tentu saja ini semua untuk kemuliaan Tuhan.
"Menang atau kalah itu hal lumrah, yang jelas kebersamaan yang nomor satu," jelasnya.