Konflik Rusia vs Ukraina
Batal Kudeta, Rusia Resmi Jalin Kontrak dengan Pasukan Wagner
Pembatalan itu terjadi usai tercapainya kesepakatan antara pemimpin Wagner, Yevgheny Prigozhin dengan otoritas Rusia.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/wagner-group.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MOSKOW - Pasukan Wagner akhirnya batal melakukan kudeta terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Pembatalan itu terjadi usai tercapainya kesepakatan antara pemimpin Wagner, Yevgheny Prigozhin dengan otoritas Rusia.
Pasukan Wagner yang ikut dalam pemberontakan tersebut tak akan diadili.
Sedangkan pasukan Wagner yang tak berpartisipasi gerakan tersebut, akan dikontrak resmi oleh Rusia.
Juru Bicara Kremlin, Demitry Peskov, mengungkapkan mereka akan dikontrak oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
“Kesepakatan telah tercapai bahwa tentara Wagner akan kembali ke kamp dan penempatan mereka,” ujar Peskov dilansir dari TASS, Minggu (25/6/2023).
Baca juga: Sepak Terjang Wagner Group, Paramiliter yang Memberontak di Rusia dan Awal Mula Pendiriannya
“Beberapa di antara mereka, jika ingin melakukannya, bisa dikontrak oleh Kementerian Pertahanan. Itu juga berlaku untuk tentara, yang memutuskan untuk ambil bagian dalam pemberontakan bersenjata,” tambahnya.
Peskov juga mengatakan ada beberapa prajurit dari formasi militer (Wagner), yang mengubah pemikiran mereka sejak awal dan kembali secepatnya.
“Mereka bahkan meminta bantuan dari polisi lali lintas, dan uang lainnya demi bisa kembali ke penempatan permanen mereka,” tamnbahnya.
Baca juga: Rusia Tuduh Ukraina Siap Perdagangkan Organ Manusia Demi Bantuan Militer Barat