Jemaah Haji

Jemaah Haji Indonesia Minta Bilik Asmara

Anshari mengaku menerima permintaan kamar barokah langsung dari jemaah melalui pesan suara yang sampai ke telepon selulernya.

Editor: Muh. Irham
ist
Ilustrasi jemaah haji Indonesia 

TRIBUNTORAJA.COM - Ketua Sektor 10 Misfalah Makkah, Arab Saudi M. Anshari mengungkap beberapa jemaah haji meminta disediakan kamar barokah atau biasa disebut bilik asmara. Namun, permintaan itu tak bisa dituruti.

Kamar barokah yang dimaksud, diperuntukkan bagi jemaah pasangan suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

"Itu memang kebutuhan dasar, namun kami tidak mengakomodir. Silakan diatur sendiri," kata Anshari saat ditemui wartawan, Minggu(11/6) malam.

Anshari mengaku menerima permintaan kamar barokah langsung dari jemaah melalui pesan suara yang sampai ke telepon selulernya. Anshari kemudian berujar, jemaah yang dimaksud meminta bertemu.

"Kami masih produktif dan sudah 40 hari di sini. Kami sedang ikhtiar," ujar Anshari mengungkap permintaan jemaah yang dimaksud.

Jemaah itu, mengaku pernah menyewa hotel. Namun karena merasa tak enak dengan jemaah yang lain, maka berani mengusulkan perlu adanya kamar barokah.

"Saya bisa sewa tempat lain, tapi buat jemaah lain kan belum tentu bisa," kata jemaah haji yang dimaksud.

Kebutuhan seksual menjadi kebutuhan dasar bagi manusia. Tidak terkecuali buat para jemaah haji pasangan suami istri yang sedang berada di Arab Saudi untuk berhaji.

Selama proses haji di Arafah, Muzdalifah, serta di Mina (Armuzna), ada beberapa larangan bagi jemaah haji, salah satunya berhubungan badan bagi suami istri yang menunaikan ibadah haji bersama-sama. Larangan itu baru bisa dilakukan setelah rangkaian haji selama lima hari selesai.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved