Selasa, 28 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Diduga Bakal Memanas, Nato Dikhawatirkan Akan Kirim Pasukan ke Konflik Rusia-Ukraina

Rasmussen yang bertindak sebagai penasihat resmi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berkeliling Eropa dan AS untuk mengukur suasana sebelum...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Diduga Bakal Memanas, Nato Dikhawatirkan Akan Kirim Pasukan ke Konflik Rusia-Ukraina
Dok. NATO
Mantan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen. 

TRIBUNTORAJA.COM - Perang ukraina Rusia diyakini bakal makin memanas setelah dikhawatirkan negara NATO bakal mulai mengirimkan pasukan ke Ukraina.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Sekretaris Jenderal NATO Anders Rasmussen.

Menurutnya, hal itu akan terjadi jika negara-negara anggota NATO, termasuk Amerika Serikat (AS), tak memberikan jaminan keamanan yang nyata kepada Kiev pada pertemuan puncak aliansi di Vilnius, Lithuania, bulan depan.

 

 

Rasmussen yang bertindak sebagai penasihat resmi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berkeliling Eropa dan AS untuk mengukur suasana sebelum pertemuan dilakukan pada 11 Juli mendatang.

Ia juga memperingatkan, bahkan jika sekelompok negara memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, yang lain tak akan membiarkan masalah keanggotaan NATO Ukraina di masa depan dijauhkan dari agenda di Vilnius.

Pernyataannya muncul setelah Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan masalah garansi keamanan akan menjadi agenda di Vilinius.

 

Baca juga: Pelaku Penembakan Pria Rusia di Thailand Ditangkap saat Hendak Kabur ke Negara Lain

 

Namun, ia menambahkan bahwa NATO, di bawah artikel 5 Perjanjian Washington, akan memberikan garansi keamanan secara penuh hanya kepada anggotanya.

“Jika NATO tak dapat menyetujui jalur yang jelas ke depannya untuk Ukraina, ada kemungkinan beberapa negara secara individual dapat mengambil tindakan,” katanya dikutip dari The Guardian, Kamis (8/6/2023).

“Kami tahu bahwa Polandia terlibat dalam memberikan bantuan nyata ke Ukraina, dan saya tak akan mengecualikan kemungkinan bahwa Polandia akan terlibat lebih kuat dalam konteks ini secara nasional dan diikuti oleh negara-negara Balik, termasuk kemungkinan pasukan di lapangan,” lanjut Rasmussen.

 

Baca juga: Presiden Jokowi dan Prabowo Disebut Bahas Proposal Rusia-Ukraina di Malaysia, Ini Jawaban Istana

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved