Jumat, 15 Mei 2026

Anggota DPRD Tana Toraja Minta Kolam Makula Ditutup dan Direnovasi, Ini Alasannya

Kristian menambahkan, keteledoran pengelola Kolam Makula membiarkan keramik retak yang membahayakan pengunjung meninggalkan kekecewaan rombongan itu.

Tayang:
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Anggota DPRD Tana Toraja Minta Kolam Makula Ditutup dan Direnovasi, Ini Alasannya
TribunToraja/Apriani
Permandian air panas Makula di Tana Toraja. Seorang pengunjung mengalami kecelakaan saat mandi di sana, lututnya terluka terkena pecahan keramik di pinggir kolam. 

TRIBUNTORAJA.COM, Makale - "Saya minta objek wisata makula ditutup sementara agar direnovasi. Apalagi banyak pengunjung datang libur lebaran".

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Tana Toraja, Kristian HP Lambe, kepada Tribun Toraja menyusul insiden di Kolam Makula, Tokesan Sangalla', Tana Toraja, Sabtu (29/4/2023).

Seorang wisatawan lansia bernama Cristhine Sarungu (65) mengalami luka sobek pada bagian lutut di pemandian air panas Makula karena terkena keramik runcing di tepi kolam. Akibat peristiwa itu, lutut Cristhine mendapat 5 jahitan.

Kristian menyebut fasilitas kolam Makula' saat ini tidak layak. Pengelola pun mengakui kejadian seperti ini tidak hanya sekali terjadi. Beberapa pengunjung sebelumnya juga mengalami nasib apes saat berenang di Kolam Makula.

"Kolam Makula memang sudah tidak layak. Harus ditutup sementara dan harus direnovasi, jangan sampai ada korban berikutnya," ujarnya kepada Tribun Toraja, Sabtu malam.

Sebelumnya, rekreasi bersama keluarga menghabiskan masa libur memang menyenangkan dan didambakan setiap orang. Salah satu destinasi tujuan wisata yang biasanya dikunjungi adalah kolam renang.

Selain hiburan, berenang juga membuat pikiran menjadi lebih rileks, mengurangi kecemasan dari padatnya pekerjaan.

Namun, tak semua liburan berakhir bahagia. Seperti dialami wisatawan asal Makassar dan Semarang yang datang bersama rombongan keluarga di Kolam Pemandian Air Panas Makula', Tokesan Sangalla', Tana Toraja, Sabtu (29/4/2023).

Mereka mendapat pengalaman buruk saat berenang di kolam. Salah seorang keluarga mereka, lansia 65 tahun terkena keramik runcing di bibir kolam sehingga harus menjalani perawatan medis.

"Saat asik berenang, salah satu wisatawan terkena beling pada bagian lutut dan mengucurkan banyak darah. Kebetulan saya disana jadi kami bawa ke Rumah Sakit Fatima untuk diobati. Lutunya dijahit 5 jahitan," kata politisi Partai Demokrat ini.

Pasalnya, mereka memilih kolam Makula sebagai tempat berwisata karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sebab, temperatur tertinggi air itu 43,6 derajat celcius pada temperatur udara 22,1 derajat celcius.

Sumber panas Kolam Makula diperkirakan berasal dari kantung magma di bawah Bukit Kaero. Energi panas merambat melalui bebatuan diyakini mengandung belerang yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kristian menambahkan, keteledoran pengelola Kolam Makula membiarkan keramik retak yang membahayakan pengunjung meninggalkan kekecewaan rombongan itu.

"Mereka kecewa karena membiarkan keramik di kolam retak dan membahayakan pengunjung. Padahal mereka berlibur ke Makula karena meyakini airnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit," kata Kristian HP Lambe yang juga Anggota DPRD Tana Toraja.

"Pengelola bilang memang sering kecelakaan di kolam makanya siapkan kotak P3K," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved