Senin, 4 Mei 2026

Sabtu Sunyi, Jemaat Bua Ibadah dalam Keremangan Sambil Melantai Tanda Berkabung

Tema Ibadah Sabtu Sunyi yang merupakan tema seragam Gereja Toraja adalah "Menaruh Harapan dalam Hari Pergumulan".

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Sabtu Sunyi, Jemaat Bua Ibadah dalam Keremangan Sambil Melantai Tanda Berkabung
TribunToraja/Apriani
Ibadah Sabtu Sunyi di Gereja Toraja Jemaat Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu (8/4/2023) malam 

TRIBUNTORAJA.COM, Belopa - Seratusan warga Gereja Toraja Jemaat Bua, Kabupaten Luwu, larut dalam ibadah Sabtu Sunyi dalam rangkaian Trihari Suci, Sabtu (8/4/2023) malam.

Tema Ibadah Sabtu Sunyi yang merupakan tema seragam Gereja Toraja adalah "Menaruh Harapan dalam Hari Pergumulan".

Jika biasanya ibadah jemaat duduk di kursi, kali ini dalam suasana melantai dan lampu diredupkan. Jemaat dominan menggunakan pakaian gelap, tanda berkabung.

Pdt Agustina Roring dalam khotbahnya menekankan bahwa Sabtu Sunyi merupakan hari berkabung. Selayaknya orang berkabung, maka jemaat diminta melakukan aktivitas dengan diam, tidak banyak bicara, tidak memutar musik dan sebagainya.

Ia pun berpesan agar tidak kehilangan harapan meski dalam masalah pelik seperti kehilangan.

"Kehilangan adalah sesuatu yang tidak mengenakkan tapi kita harus dapai, bahwa kematian adalah hal yang pasti. Kondisi ini juga dilalui Murid-murid saat Tuhan Yesus mati Disalib," ucapnya.

"Sama seperti Ayub yang tetap berpegang teguh pada Tuhan meski kehilangan segalanya, bahkan keluarganya menolaknya, tapi Ayub tetap berpegang teguh pada Tuhan," tambahnya.

Ditambahkan bahwa apa setiap yang bernafas akan mati, tidak ada yang tahu sampai kapan hidup di dunia ini.

"Seperti kata Petrus, 'Janganlah ikat dirimu dengan hal-hal yang ada di dunia ini'. Karena, setelah kematian, kita akan diminta pertanggungjawaban," ucapnya.

"Sabtu Sunyi adalah perenungan akan kematian. Dan, kematian Yesus memang membuat kita berduka dan kehilangan pegangan. Tapi, kita bersuka cita bahwa kematian Yesus adala harapan yang membawa kita kepada kehidupan baru dan kembali bisa menjalin hubungan dengan Allah, kembali bersama dalam kerajaan Allah," tutupnya.

Usai ibadah, sebagian warga masih tetap tinggal di Gereja sebagai bentuk berjaga-jaga menantikan kebangkitan Yesus Kristus yang diperingati pada Minggu Paskah.

"Yang tinggal di gereja harap tidak berkeliaran dan ribut dengan menyanyi-nyanyi di luar. Jangan sampai kita mengganggu saudara kita yang sementara menjalankan ibadah Puasa," pesan Pendeta Agustina.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved