Gadis Toraja Meninggal di Bandung
Sosok Catherine di Mata Kolega dan Kerabat: Kreatif dan Energik
Frederik meminta agar penyidik dari kepolisian mengusut kasus ini dan mengungkap penyebab kematiannya.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/28032023_Gadis_Toraja_meninggal.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, BANDUNG - Chaterin Rumambo Mogot Pandin (30), yang ditemukan tewas tergantung di Apartemen Gateway, Kota Bandung, merupakan salah satu dosen di Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI).
"Iya, memang betul beliau adalah dosen kami. Jadi, kami juga memang kaget. Semua satu universitas tidak ada yang menyangka, saat informasi itu beredar dalam waktu belakangan ini," ujar Antonius Bimo saat dihubungi melalui sambungan telepon kepada Tribun Jabar, Selasa (28/3/2023).
Antonius mengatakan, Catherine merupakan dosen tetap di UNIBI program studi Informatika.
Selama menjadi dosen, kata dia, korban dikenal sebagai salah satu dosen yang visioner.
"Almarhumah juga kreatif, dosen muda yang energik juga."
"Kami mengenal beliau sosok yang baik, jadi kami tidak tahu kenapa sampai terjadi seperti ini."
"Tapi yang jelas ya kami menyayangkan dan kami semua merasa kehilangan, karena ini di luar yang kami pikir akan terjadi," ucapnya.
Baca juga: Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan di Jasad Catherin Rumambo, Diduga Bunuh Diri?
Berencana Menikah Bulan Mei
Ketua Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKaTNUS), Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang menceritakan sosok Catherine.
Frederik mengatakan, Catherine diketahui berencana menikah pada bulan Mei mendatang.
"Korban rencana menikah dibulan Mei. Semua persiapan sudah berjalan dengan baik, hanya terjadi musibah, ini sangat menyakitkan," kata Ketua Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKATnus), Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang, kepada TribunToraja.com, Selasa (28/3/2023).