Ramadan 2023
Bolehkah Makan Gorengan saat Buka Puasa? Ini Penjelasan Dokter
Makan gorengan dalam jumlah banyak saat buka puasa memaksa lambung untuk langsung bekerja keras.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-gorengan-digoreng-makanan-goreng-2732023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Memasuki bulan puasa Ramadan 1444 H, umat Muslim di seluruh penjuru dunia diwajibkan untuk berpuasa.
Usai seharian berpuasa, disarankan untuk langsung mengkonsumsi makanan manis saat berbuka puasa.
Namun beberapa orang juga memilih gorengan sebagai menu buka puasa.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, bolehkah makan gorengan saat berbuka puasa?
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP memberikan penjelasan.
Menurutnya, masih boleh menyantap gorengan saat berbuka puasa.
Namun, Anda harus memperhatikan porsi gorengan yang disantap.
Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Berbuka Puasa dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya
Ini berkaitan dengan bahaya dari makanan berminyak saat berbuka puasa.
Makan gorengan dalam jumlah banyak saat buka puasa memaksa lambung untuk langsung bekerja keras.
Padahal, lambung yang semula kosong selama puasa perlu diisi secara bertahap agar sistem pencernaan Anda tidak “kaget” mencerna banyak makanan berlemak sekaligus.
Baca juga: Warga Grebek Warung Bakso di Bogor karena Buka Siang Hari saat Puasa, GP Ansor Bela Pemilik Warung
Selain itu, tenggorokan yang kering selama puasa juga membutuhkan hidrasi lebih dari asupan air. Lemak berlebih pada gorengan bisa mengiritasi tenggorokan yang kering.
Oleh karena itu, saat buka puasa Anda lebih baik makan setelah makan kudapan, seperti kue, kurma, dan jus.
Prof. Ari menyarankan untuk tidak menyantap gorengan langsung saat berbuka puasa dan tidak berlebihan ketika mengonsumsinya.
Baca juga: Apakah Boleh Minum Kopi untuk Buka Puasa? Ini Penjelasan Dokter dan Barista
Sebuah riset dalam jurnal Ultrasound International Open juga menjelaskan makanan berminyak mengandung lemak dalam jumlah tinggi.
Konsumsi makanan ini akan memperlambat pengosongan perut.
Gorengan akan dicerna lebih lama di dalam perut sehingga dapat menyebabkan kembung, mual, dan sakit perut.
Baca juga: Kapolres Tana Toraja: Polisi Siap Amankan Ibadah Puasa Ramadan 1444 H
Ketimbang langsung makan gorengan, berbuka puasalah dengan cara yang benar dan sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Jika perlu, Anda sebaiknya menghindari beberapa jenis makanan saat berbuka puasa.
Makanan-makanan itu di antaranya adalah makanan pedas, berlemak, berkafein, dan tinggi gula.
Baca juga: Buka Puasa Ramadan di Masjid Raya Makale Tana Toraja Ada Dua Sesi, Penasaran?
Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa
Gorengan selain dapat menyebabkan kembung, mual, dan sakit perut juga memiliki sejumlah bahaya lainnya.
1. Menyebabkan iritasi usus
Lemak adalah zat gizi yang paling lambat dicerna dibandingkan karbohidrat, protein, vitamin, dan sebagainya.
International Journal of Molecular Medicine menyebut makanan berlemak tinggi atau bahaya makanan berminyak dapat memicu sakit perut, kram, dan diare.
Kondisi ini dapat terjadi khususnya bagi orang dengan gangguan sistem pencernaan seperti sindrom iritasi usus dan pankreatitis (radang pankreas) akut.
Baca juga: Dilarang Buka Puasa Bersama, Pemkot Makassar Bagi-bagi Sembako di Lorong Wisata
2. Merusak bakteri baik dalam usus
Beberapa penelitian menyebut makanan berminyak dapat membahayakan bakteri baik yang hidup di usus Anda.
Kumpulan bakteri ini termasuk ke dalam mikrobiom usus.
Bakteri sehat bekerja untuk mencerna serat, membantu mengendalikan respons tubuh terhadap infeksi, dan membantu meningkatkan kolesterol HDL (baik).
Sering makan gorengan saat buka puasa justru meningkatkan jumlah bakteri usus yang jahat dan mengurangi jumlah bakteri yang baik.
Dalam jangka panjang, perubahan ini berisiko meningkatkan obesitas dan penyakit kronis lainnya, seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit Parkinson.
Baca juga: Resep Es Cendol Dawet, Sajian Tepat Takjil Buka Puasa
3. Menyebabkan obesitas
Makanan tinggi lemak dapat menyebabkan penambahan berat badan karena kandungan kalorinya yang tinggi.
Dalam 100 gram kentang goreng bisa mengandung 312 kalori dan 15 gram lemak.
Beberapa studi observasional juga menyebut asupan makanan berlemak dan cepat saji dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.
Obesitas sendiri bisa memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker.
Anda sebaiknya menghindari makan gorengan saat buka puasa jika tidak ingin bertambah berat badan setelah Ramadan.
(*)