Kamis, 16 April 2026

Ramadan 2023

Olahraga saat Puasa Ramadan? Ini Tips yang Harus Diperhatikan

Olahraga memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara lain untuk menjaga tubuh tetap sehat. Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Olahraga saat Puasa Ramadan? Ini Tips yang Harus Diperhatikan
Freepik
Ilustrasi olahraga ringan. 

TRIBUNTORAJA.COM - Bulan Ramadan merupakan waktu di mana umat muslim diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

Antara waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman.

Olahraga memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara lain untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik di bulan Ramadan?

Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan?

Berikut tips yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

 

1. Waktu Olahraga

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah waktu olahraga saat bulan puasa.

Tidak disarankan untuk melakukan olahraga di siang hari ketika puasa berlangsung.

Seperti dilansir dari laman The National dan Islamicity, olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa karena perut dalam keadaan kosong.

Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman.

Pilihan waktu lainnya adalah beberapa saat menjelang berbuka puasa.

Anda bisa berolahraga 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.

Sehingga tubuh dapat segera mendapat asupan energi kembali.

Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari kebugaran setiap individu.

Ada orang yang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang tidak, tergantung dari kebiasaan orang tersebut melakukan olahraga.

 

Baca juga: Jangan Ragu, Ini Dia 6 Jenis Olahraga yang Mudah Dilakukan Saat Puasa

 

2. Olahraga yang Baik Dilakukan Saat Puasa

Selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jenis olahraga.

Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan seperti biasanya.

Namun, sebaiknya lakukan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda.

Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.

 

Baca juga: Lima Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadan

 

3. Asupan Makanan yang Diperlukan

Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib).

Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.

Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah.

Namun, usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan.

Pastikan menu makanan tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh.

Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun saat berpuasa.

Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan karena membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi dalam tubuh tidak cepat habis.

Memakan makanan yang mengandung indeks glikemik rendah pada saat berbuka puasa bertujuan untuk meningkatkan cadangan karbohidrat.

Jika mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah akan cepat meningkat tetapi akan cepat habis juga.

Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi saat berbuka puasa untuk memaksimalkan cadangan glikogen otot dan kemudian konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi saat sahur untuk memperlambat pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

Ini merupakan strategi untuk mengurangi perasaan cepat lapar selama berpuasa dan juga mempertahankan energi sampai olahraga dimulai.

Selain karbohidrat, protein juga sangat diperlukan tubuh.

Konsumsilah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti ikan, daging, dan telur.

Protein merupakan zat yang diperlukan untuk pertumbuhan dan juga sebagai zat pembangun.

Protein membantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga.

 

Baca juga: Sesuai Sunnah, Ini Dia Manfaat Buah Kurma untuk Berbuka Puasa

 

4. Banyak Minum

Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi dilakukan pada saat cuaca panas.

Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan.

Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter per hari.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah dehidrasi.

Melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat.

 

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Maag Kambuh Saat Puasa

 

5. Perhatikan juga lama tidur

Tips terakhir agar tetap bisa olahraga saat puasa adalah perhatikan waktu tidur.

Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari.

Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh.

Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.

Selamat menjalankan ibadah puasa!

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved