Rabu, 6 Mei 2026

Capres 2024

Nama Ganjar Sudah di kantong Megawati dan Jokowi

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu, turut dibahas sejumlah mulah dari situasi politik terkini hingga soal Pemilu 2024.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
zoom-inlihat foto Nama Ganjar Sudah di kantong Megawati dan Jokowi
Antara
Kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 

"Kalau saya berpikir munculnya mbak Puan pun saya tidak percaya mazhab itu karena apa? logika Ibu Mega itu logika kemenangan. Bukan logika kemudian reaksioner, sentimen atau kemudian harga diri partai. Tidak. Ini soal bagaimana pemilih dalam hasil survei ibu Mega orang orang PDIP itu percaya dengan research dan percaya dengan hal hal yang terukur," terangnya.

Pangi juga memprediksi bahwa Megawati tidak akan memilih, Puan Maharani untuk maju menjadi calon presiden (capres) agar tidak membunuh masa depan partainya.

Menurutnya, mayoritas pemilih PDIP kini telah melabuhkan pilihannya agar Ganjar Pranowo bisa dimajukan sebagai calon presiden RI dari PDIP.

"Hasil survei Voxpol itu kemarin kalau kita bedah kemarin itu pemilih PDIP 45 persen itu milih Ganjar, bukan pilih Prabowo, bukan milih Pak Anies atau yang lain. Nah apakah mungkin Ibu Mega akan melawan kehendak alam seperti itu. Akan tiba tiba beliau mengatakan ini soal kelanjutan ideologinya Ibu Megawati, Mbak Puan misalnya atau Soekarnonya," ujar Pangi.

Dia menuturkan bahwa pemilihan presiden nantinya bakal digelar serentak dengan pemilihan legislatif pada 2024 mendatang.

Hal inilah yang membuat seluruh partai akan memikirkan mengenai efek ekor jas dari calon presiden untuk meningkatkan perolehan suara partainya.

"Orang di TPS akan memilih calon presiden dalam waktu yang sama, pada jam yang sama, pada kotak bilik yang sama akan memilih partai politik. Dengan demikian, apakah mungkin parpol akan mengusung kader yang tidak potensial untuk menang. Tidak mungkin. Karena apa? logika cocktail efek atau logika efek ekor jas artinya figur akan menentukan keselamatan partai politik," ungkap dia.

Karena itu, Pangi meyakini bahwa Megawati akan bersikap rasional terkait maju atau tidaknya Puan Maharani menjadi capres dari PDIP.

Dia bilang, Presiden kelima RI itu tidak mungkin membunuh partai dan masa depan kadernya hanya untuk kepentingan yang lebih sempit.

Apalagi, kata dia, elektabilitas Puan Maharani hingga saat ini masih belum mengalami tren kenaikan yang signifikan. Masalah ini yang nantinya bakal menjegal Puan Maharani untuk maju menjadi capres.

"Siapa sih yang enggak sayang kepada anaknya, tidak mungkin nggak ada yang nggak sayang sama anaknya. Ingin dong anaknya berkuasa juga jadi presiden dan wakil presiden. Tapi rasional politik mazhab bagaimana logika kemenangan dan masa depan PDIP, saya pikir akan sulit memaksakan mbak Puan dalam posisi elektabilitas atau modal elektoral beliau yang masih paket hemat," pungkasnya.

Sementara, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira tegas menepis adanya dugaan atau isu terbentuknya kelompok atau faksi pendukung Ganjar Pranowo dengan faksi Puan Maharani di internal partai.

Hugo menyebut, sejauh ini tidak ada terbentuknya faksi tersebut. Melainkan kata dia, hanya tercipta perkawanan politik antara kader PDIP.

"Kalau perkawanan politik itu biasa gitu, tapi kalau sampai faksi atau kelompok itu ya enggaklah," kata Hugo di acara yang sama.

Lebih lanjut, Hugo menyatakan, sejauh dirinya bergabung sebagai kader partai, PDIP menurut dia merupakan partai yang solid.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved