Ramadan
Sederet Manfaat Puasa bagi Kesehatan, Dijamin Lebih Bugar
puasa adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual suami isteri dan segala yang membatalkan sejak dari terbit fajar hingga malam
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Ilustrasi-ramadan-kareem-1.jpg)
“Signal yang terkirim biasanya untuk aktivasi sekitar 20 persen, ketika latihan beban signal naik lagi 20 persen, tekanan beban yang diterima oleh otot yang semakin berat membuat aktivasi naik mencapai titik maksimum saat itulah tubuh akan membakar banyak lemak,” kata Diki.
Ia lantas menyarankan agar umat muslim yang berpuasa meluangkan sedikit waktu untuk berolahraga.
Baik cardio hingga angkat beban.
Kamu bisa menjalankan exercise setelah salat subuh dan menjelang buka puasa.
Berlatih angkat beban menjelang buka sangat efektif menurunkan gula darah (glukosa).
Sehingga menjauhkan diri dari berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, gangguan saraf, hingga kanker.
Ketika berpuasa, Diki mengatakan bahwa energi jauh lebih stabil, pikiran jauh lebih fokus sehingga konsentrasi juga meningkat.
“Sudah banyak penelitian yang menyebutkan ketika perut kosong kita lebih fokus dan konsen, dengan berpuasa mencegah terjadinya berbagai penyakit neurodegeneratif yang bereksetensi menjadi diabetes tipe 2.
Itu disebabkan gula dalam darah yang berlebihan,” ujarnya.
Dengan melakukan puasa dan latihan beban maka akan membuat tubuh merilis endorphin yang mampu memberikan efek gembira, mecegah stress, dan lebih bugar.
Latihan beban juga tidak terbatas usia.
Justru kalangan yang sudah manula disarankan untuk tetap melakukan angkat beban.
Ini akan bermanfaat mengkoneksikan kembali sel-sel yang ‘nganggur’ yang pada akhirnya mencegah otak mengalami kekurangan daya ingat.(*)