Ilham Arief Sirajuddin Hadiri Penutupan 110 Tahun IMT di Rantepao Toraja Utara
Ilham nampak duduk di alang yang berada di kompleks Tongkonan Sangulele, samping Gereja Rantepao.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/18032023_Ilham_Arief_Sirajuddin.jpg)
Bukan itu saja, IAS dinobatkan sebagai 10 Tokoh TEMPO 2008 bersama 9 kepala daerah lainnya.
Itu tidak lepas dari keberhasilan sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan Kota Makassar itu menyulap lapangan Karebosi menjadi lapangan sepak bola pertama di Indonesia yang memiliki basement pusat perbelanjaan modern.
Dan itu tanpa mengganggu APBD sama sekali.
Kesuksesan serupa juga IAS tunjukkan saat sukses merevitalisasi Pantai Losari menjadi ikon kota Makassar. Lagi-lagi tanpa mengganggu APBD.
Akumulasi deretan kesuksesan itulah yang mengantar IAS meraih penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI (2011).
Bintang Jasa adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati seseorang atas jasa dan perjuangannya. Peraihnya berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.
Di jalur politik, IAS pernah memimpin organisasi pemuda besar seperti AMPI Sulsel.
Pernah menjadi Ketua DPD I Golkar Sulsel maupun Ketua DPD Demokrat Sulsel. Bahkan sempat duduk sebagai anggota DPRD Sulsel (1999).
Jika maju calon Gubernur Sulsel, maka IAS akan mendapat penantang seperti Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto, dan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Danny Pomanto dan IAS pernah dekat. Saat IAS masih menjabat Wali Kota Makassar, ia sering menggunakan jasa Danny Pomanto yang saat itu sebagai arsitek.
Saat ini IAS berstatus sebagai kader Partai Golkar.
Sedangkan Danny Pomanto menjabat Wali Kota Makassar periode 2014-2019, dan 2021-2026.
Danny Pomanto adalah kader Partai Nasdem.