Agar Busi Motor Tidak Kemasukan Air Saat Hujan, Begini Solusinya
Tutup sambungan antara kabel koil dan cop busi dengan sealer. Karet ini bisa menutupi sela, sehingga air dapat dicegah masuk ke antara koil dan cop.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/27022023_busi_motor.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Indonesia memasuki musim hujan mulai dari bulan Desember 2022 hingga sekarang.
Diakhir penghujung Februari 2023 ini, Toraja juga secara keseluruhan daerah masih diguyur .
Seperti yang terjadi hari ini, Senin (27/2/2023). Hujan disertai petir terjadi merata di Toraja Utara maupun Tana Toraja.
Pengendara motor rentan mengalami masalah di perjalanan karena hujan lebat ini.
Selain dari sisi keselamatan, pengendara juga harus memperhatikan kondisi kendaraan saat hujan atau melewati genangan air.
Jangan sampai air masuk ke sela-sela komponen kelistrikan, terutama busi.
Hal ini menjadi penyebab utama motor mati secara tiba-tiba alias mogok.
Jadi, sebelum melakukan perjalanan yang kemungkinan akan terkena hujan atau melewati kenangan, perhatikan hal berikut ini.
Cara pertama ialah menutup sambungan antara kabel koil dan cop busi dengan sealer.
Karet ini bisa menutupi sela, sehingga air dapat dicegah masuk ke antara koil dan cop busi.
Selalu perhatikan kerapatan cop busi.
Menjadi salah satu penyebab air hujan mudah masuk ke dalam busi, pemilik kendaraan diharapkan mengecek komponen ini terlebih dahulu sebelum berkendara.
Perhatian untuk busi. Lapisilah komponen busi dengan pelindung.
Setidaknya pelindung itu dapat meminimalisasi air masuk ke area pengapian.
Apabila busi sudah terlanjur kemasukan air, semprotlah dengan pelumas atau cairan khusus ke kepala busi agar airnya bisa cepat kering.
Jika bingung mencari cairan pengering, cobalah membuka busi terlebih dahulu, lalu keringkan menggunakan kain kering.
Ketika busi telah kering, pasang kembali busi, dan tunggu beberapa saat jika motor ingin digunakan kembali.