Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh 5,09 Persen di Tahun 2022
Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Sulsel tetap bertumbuh, mencapai 5,09 persen lebih rendah dari pertumbuhan secara nasional 5,31 persen.
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/25022023_Supendi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulsel, Supendi, memaparkan Kinerja APBN sampai 31 Januari 2023 dalam jumpa perse secara online, Jumat (24/2/2023) kemarin.
Dalam pemarapannya, Supendi mengatakan bahwa persentase pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel dalam 1 dekade sampai 2021 konsisten lebih tinggi dibandingkan Nasional.
"Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Sulsel tetap bertumbuh, mencapai 5,09 persen. Hanya saja, capaian ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan secara Nasional yang mencapai 5,31 persen," katanya.
Ekonomi Sulawesi Selatan pasca pandemi Covid-19 juga terus tumbuh positif. PDRB per kapita Sulawesi Selatan tahun 2022 mencapai Rp 65,59 juta, sedangkan Nasional sebesar Rp 71,03 juta.
Inflasi
Sementara itu, Tren inflasi gabungan 5 kota Indeks Harga konsumen (IHK) di Sulsel cenderung sama dengan tren inflasi Nasional.
Pada Januari 2023, gabungan 5 kota di Sulsel mengalami inflasi sebesar 5,83 persen.
Tingkat inflasi month to month (mtm) Januari 2023 mencatat inflasi 0,63 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,63 persen.
Komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada Januari 2023 seperti bensin, angkutan udara, beras, telur ayam ras, ikan cakalang/ikan sisik, tomat, dan rokok kretek filter.
Kemudian ikan bandeng/ikan bolu, kue kering berminyak, tarif kendaraan roda 2 online, tempe, ikan layang/ikan benggol, sabun detergen bubuk/cair, kangkung, dan bawang merah.
Ekspor - Impor
Per Januari 2023, ekspor tercatat sebesar USD 232,68 juta (tumbuh 47,19 persen yoy), sedangkan impor
tercatat sebesar USD 115,67 juta (tumbuh 110,10 persen yoy).
Sehingga Neraca Perdagangan mencapai USD 117,01 juta.
Dengan demikian, surplus neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan ini terus berlanjut hingga memasuki bulan ke-36, melebihi rekor surplus nasional pada angka bulan ke-31.
Nikel adalah komoditi yang mendominasi ekspor dari Provinsi Sulawesi Selatan, tercatat ekspor sebesar USD 119,51 juta, sedangkan komoditi dominan pada impor adalah Gandum sebesar USD 30,41 juta.