Minggu, 19 April 2026

Namanya Dianulir Seleksi PPPK, Dua Nakes Lapor Polisi

Laporannya masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Toraja Utara, Kamis (23/2/2023).

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Namanya Dianulir Seleksi PPPK, Dua Nakes Lapor Polisi
IST
Ilustrasi PPPK. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Dua tenaga kesehatan (nakes) honorer di Puskesmas Tallunglipu melapor ke Polres Toraja Utara terkait dianulirnya nama mereka dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Kesehatan Toraja Utara.

Laporannya masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Toraja Utara, Kamis (23/2/2023).

Mereka merasa dirugikan, karena dalam tahapan Afirmasi nama mereka tiba-tiba disalip peserta lain yang masa pengabdiannya belum cukup dua tahun.

Perlu diketahui, kedua tenaga medis ini memprotes hasil seleksi yang diduga tidak sesuai aturan. Salah satu tenaga medis inisial A mengatakan dari segala tahapan, diduga kuat adanya manipulasi dokumen.

Hal ini terkuak dalam salah satu persyaratan mendaftar PPPK yaitu peserta diwajibkan mendaftar sesuai tempat kerja saat itu di puskesmas masing-masing.

Hal ini yang menjadi kekeliruan dari Kepala Puskesmas Tallunglipu yang meloloskan dokumen peserta yang tidak sesuai dengan keterangan sebenarnya.

Selain itu, kedua tenaga medis ini, mengatakan, ternyata ada peserta yang lolos memalsukan data terkait lamanya masa bekerja.

"Pernyataan oknumnya bahwa ia mengabdi selama 8 tahun 11 bulan. Padahal, dalam SK-nya, ia bekerja dari tahun 2020," ucapnya.

Jadi melalui tahapan seleksi berkas dan sistem, oknum ini lolos salah satu tahapan perhitungan PPPK terkait lama masa mengabdi.

"Kami merasa dirugikan, akibat seleksi secara administratif tidak dilakukan secara selektif dan objektif," tutupnya.

Sebelumnya kasus ini sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Toraja Utara, Senin (6/2/2023)

Sayangnya, RDP tersebut menemui jalan buntu bagi kedua tenaga medis ini.

Hingga keduanya melaporkan ke Polres Toraja Utara, Kamis (23/2/2023) kemarin.

Nakes berinisial A ini berharap laporan tersebut mendapatkan titik terang terkait hak dan masa depan mereka.

"Kita coba laporkan dulu, karena kami merasa belum ada titik terang terkait hak kami yang diberikan kepada orang lain," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved