Kesehatan
Sering Bisulan? Ini Dia Penyebab Bisul dan Cara Pencegahannya
Benjolan ini muncul karena adanya infeksi bakteri yang memicu peradangan pada kelenjar minyak yang terdapat di bawah kulit atau folikel rambut...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-bisul-bisulan-1922023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kebanyakan orang pasti pernah mengalami bisul atau bisulan.
Benjolan yang berukuran lebih besar dari jerawat ini bisa muncul kapan saja.
Bisulan merupakan benjolan pada kulit yang berwarna merah, terasa sakit, dan berisi nanah.
Dikutip dari HaloDoc, benjolan ini muncul karena adanya infeksi bakteri yang memicu peradangan pada kelenjar minyak yang terdapat di bawah kulit atau folikel rambut, yaitu lubang tempat tumbuhnya rambut.
Walau terlihat menyakitkan, tapi Anda tidak perlu khawatir.
Pasalnya, kondisi ini bukan merupakan penyakit yang serius dan termasuk mudah untuk disembuhkan.
Gejala Bisulan
Dikutip dari HaloDoc, pada tahap awal, bisulan biasanya memunculkan gejala, seperti benjolan yang akan berukuran semakin besar setiap harinya serta terisi dengan nanah.
Adanya titik putih di bagian atas benjolan merupakan tempat keluarnya nanah, kulit di sekitar benjolan akan memerah, terasa hangat jika disentuh, serta pembengkakan.
Kondisi ini biasanya menjadi tanda kalau infeksi sudah menyebar ke bagian kulit di area tersebut.
Bisulan punya gejala utama yang akan muncul, yaitu benjolan merah pada kulit.
Benjolan ini umumnya berdiameter 1,5-5 sentimeter.
Selain itu, benjolan ini juga bisa semakin membesar, dan hal itu akan terasa sangat nyeri saat disentuh.
Jika gejala-gejala tersebut tidak diobati dengan tepat, akan memasuki aliran darah dan dapat menginfeksi organ di sekitarnya.
Baca juga: 8 Manfaat Sering Konsumsi Nanas, Bisa Tingkatkan Kesuburan Pria dan Wanita
Penyebab Bisulan
Dikutip dari Kompas.com, bisul sendiri terjadi karena adanya infeksi bakteri Staphylococcus Aureus.
Sebenarnya, bakteri ini tumbuh pada kulit dan dalam hidung manusia tanpa menimbulkan masalah apapun.
Nah, bisulan bisa terjadi karena bakteri ini masuk ke dalam folikel rambut melalui gigitan serangga atau luka goresan.
Bisul juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti kebersihan badan yang tidak terjaga dengan baik, mengidap masalah kulit lain seperti jerawat dan eksim kulit, serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena beberapa kondisi kesehatan seperti mengidap diabetes maupun HIV/AIDS.
Baca juga: Ini Gejala dan Penyebab Maag Akut yang Diderita Ardhito Pramono
Kapan Harus Ke Dokter?
Umumnya, bisul dapat sembuh dengan sendirinya jika berukuran kecil.
Dikutip dari HaloDoc, segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika bisul bertambah parah atau bila:
- Disertai demam, tidak enak badan, meriang, pusing, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
- Bertambah buruk dengan cepat dan disertai nyeri hebat.
- Bertambah besar setelah sebelumnya dilakukan pengobatan mandiri.
- Tumbuh sebagai jerawat di dalam hidung, di wajah, telinga, atau punggung.
- Tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama atau membentuk karbunkel.
- Tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 14 hari.
- Terjadi secara berulang (kambuh).
- Dialami oleh orang dengan gangguan sistem imun.
Baca juga: Mengenal Cabai Katokkon, Cabai Terpedas di Tana Toraja yang Punya Khasiat Bikin Awet Muda
Pengobatan Bisul
Dikutip dari AloDokter, bisul yang berukuran kecil, berjumlah satu, dan tidak disertai dengan penyakit lain biasanya bisa diatasi sendiri di rumah.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengobati bisul adalah:
- Mengompres bisul dengan air hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali sehari, guna mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.
- Membersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa steril dan sabun anti-bakteri, lalu menutup bisul dengan kain kasa steril.
- Mengganti perban sesering mungkin, misalnya 2–3 kali sehari.
- Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati bisul.
Penting untuk diingat, jangan memecahkan bisul secara sengaja, karena justru bisa memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri, tetapi tunggu hingga bisul tersebut pecah dengan sendirinya.
Jika nyeri terasa mengganggu, penderita dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.
Jika bisul tumbuh berkelompok dan membentuk karbunkel, tidak kunjung sembuh setelah penanganan mandiri, atau penderita memiliki sistem imun yang lemah, dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Untuk mengatasi bisul, salah satu pilihan penanganan yang akan dilakukan adalah dengan operasi.
Prosedur operasi dilakukan untuk membuat sayatan pada bisul dan membuat saluran untuk mengeluarkan nanah.
Dokter juga dapat meresepkan salep bisul yang berisi antibiotik untuk mengatasi infeksi, seperti erythromycin atau clindamycin.
Perlu diingat, penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter.
Jangan mengganti, mengurangi, atau berhenti menggunakan antibiotik sebelum waktunya meskipun keluhan sudah berkurang.
Baca juga: Asam Urat Bisa Bikin Demam? Ini Penjelasannya
Tips Mencegah Bisul
Dikutip dari HaloDoc, penyakit ini bisa dicegah dengan memelihara kebersihan diri.
Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari bisulan, antara lain:
- Biasakan sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun.
- Ganti pakaian setiap hari dan cucilah dengan menggunakan air panas.
- Hindari untuk berbagi barang pribadi dengan orang lain.
- Olahraga teratur dan makan makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Bila Anda mempunyai luka, segera bersihkan luka tersebut dan tutup dengan plester yang steril.
(*)