Cabai Katokkon
Mengenal Cabai Katokkon, Cabai Terpedas di Tana Toraja yang Punya Khasiat Bikin Awet Muda
Nama katokkon mungkin masih terdengar asing bagi orang-orang di luar Sulawesi Selatan. Padahal cabai ini bisa memuaskan hasrat para pencinta cabai
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Cabai-Katokkon.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Sudah sejak lama warga Tana Toraja mengenal cabai Katokkon. Cabai ini memiliki bentuk yang berbeda dari cabai lainnya yakni, mirip paprika.
Selain itu, cabai katokkon memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi. Berdasarkan penelitian tingkat kepedasan atau Scoville Heat Unit (SHU), satuan yang mengukur konsentrasi capcaisin atau zat pedas pada cabai, cabai katokkon memiliki tingkat SHU 400.000 - 600.000.
Bandingkan dengan cabai rawit biasa yang memiliki tingkat SHU hanya 100.000.
Nama katokkon mungkin masih terdengar asing bagi orang-orang di luar Sulawesi Selatan. Padahal cabai ini bisa memuaskan hasrat para pencinta cabai dan wajib dicoba.
Namun, memang keberadaannya belum banyak menyebar ke daerah lain sehingga cukup sulit membelinya di luar Tana Toraja dan sekitarnya.
Katokkon adalah cabai andalan masyakarat Suku Toraja. Mereka biasa memasak masakan pedas dengan katokkon sebagai pengganti jenis cabai lain. Ciri khasnya adalah memiliki bentuk bulat tak sempurna, agak mirip paprika tetapi kecil dan gemuk.
Di Tana Toraja, katokkon biasa ditambahkan pada masakan khas seperti pa’piong, tollo lendong, utan tuttu, dan tutuk lada. Ada juga yang mengolah katokkon menjadi sambal siap saji agar lebih mudah dikonsumsi dan bisa jadi oleh-oleh.
Normalnya, ukuran katokkon sekitar 3-4 cm. Bila masih muda, cabai akan berwarna hijau keungunan dan berubah menjadi merah segar saat sudah matang.
Soal rasa, katokkon cenderung pedas menyengat tetapi ada sedikit rasa manis ketika digigit. Sebagai perbandingan, rasa pedas katokkon sekitar empat kali lipat daripada cabai rawit biasa.
Di Tana Toraja, katokkon mudah dijumpai di pasar. Warnanya yang merah menyala membuat cabai ini mudah dikenali. Harganya berkisar Rp40 ribu per kilogram, sedangkan harga cabai biasa di Toraja adalah Rp20 ribu per kilogram.
Cabai dengan nama latin Capsicum annuum L.var.sinensis ini mengandung vitamin A, vitamin C, dan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.
Khasiat cabai ini pun sangat banyak, mulai dari meningkatkan nafsu makan, memperlambat penuaan, anti stres, menurunkan kadar kolesterol, melancarkan aliran darah, mencegah strok, meredakan batuk berdahak, melegakan hidung tersumbat, hingga meredakan migrain.(*)
Budidaya katokkon
Katokkon dapat tumbuh di dataran tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Menurut salah seorang petani, Paulus Yandri, katokkon ini memang khas Toraja, tetapi di beberapa daerah juga ada yang menanamnya. Katokkon hanya bisa tumbuh subur di daerah dengan cuaca dingin dan memiliki struktur tanah pegunungan.
Menukil Fajar.co.id, Yakobus, salah seorang petani katokkon di Toraja mengatakan bahwa katokkon merupakan jenis tanaman yang lumayan mudah penanamannya. Bahkan setelah masa panen pertama lewat, petani masih dapat menikmati hasilnya terus-menerus.