KKB Papua
Pilot Susi Air Dibawa KKB Keluar dari Paro Papua, Masyarakat Lakukan Eksodus
Faizal yang juga menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Papua itu juga mengatakan, wilayah Paro sudah kosong karena warga sipil melakukan eksodus.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pilot-susi-air-Philips-Mark-Mehrtens-disandera-KKB-Papua-Egianus-Kogoya-1722023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, JAYAPURA - Kepala Satgas Damai Cartenz, Kombes Faizal Rahmadani mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya sudah membawa pilot Susi Air keluar dari Paro, Nduga, Papua.
Dia mengatakan, ada indikasi pilot bernama Philips Mark Mehrtens itu sudah berpindah lokasi.
Saat ini, tim gabungan TNI - Polri masih melakukan upaya pencarian.
"Egianus Kogoya dan kelompoknya sudah membawa Philip Mark Mehrtens keluar dari Paro dan saat ini kami masih mencari keberadaan mereka," ujar Faizal, Kamis (16/2/2023), seperti dikutip dari Kompas.tv.
Faizal yang juga menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Papua itu juga mengatakan, wilayah Paro sudah kosong karena warga sipil melakukan eksodus.
Mereka mengungsi ke Kenyam dengan berjalan kaki, dan beberapa di antaranya dievakuasi dengan helikopter TNI-Polri.
Baca juga: Panglima KKB Papua Egianus Kogoya Akan Lepas Pilot Susi Air dengan Satu Syarat, Apa Itu?
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terbakarnya pesawat Susi Air di Lapangan Terbang Paro.
Sekitar 80 persen kondisi pesawat sudah menjadi puing-puing dan TKP sudah dibersihkan.
“Personel Kopasgat TNI AU ikut pula dan mengamankan Lapangan Terbang Paro,” jelas Faizal.
Sementara itu, Pencarian terhadap pilot susi air, Philip Mark Mehrtens, yang menjadi sandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus dilakukan di wilayah Nduga dan sekitarnya di Papua Pegunungan.
Baca juga: Selandia Baru Tawarkan Bantu Cari Keberadaan Pilot Susi Air
Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring mengatakan upaya pencarian pilot Susi Air dilakukan dengan mengerahkan pesawat TNI Angkatan Udara (AU) dan Polri.
“Hari ini, Tim Gabungan TNI-Polri melakukan pencarian menggunakan pesawat TNI AU dan Polri. Untuk mengoptimalkan pencarian, Gabungan TNI-Polri kini bergabung dengan Satgas Damai Cartenz,” ujar Brigjen Sembiring, Rabu (15/2/2023), dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Kompas.tv, Kamis (16/2/2023).
Upaya pencarian juga dilakukan melalui koordinasi dengan para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat, serta pihak pemerintah daerah.
Baca juga: Panglima TNI: Lokasi Pilot Susi Air yang Disandera KKB Sudah Terdeteksi
Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, Pangkoopsud III berada di Mimika untuk memimpin dan bergabung bersama-sama dengan para prajurit TNI-Polri untuk melakukan proses pencarian pilot Susi Air.
Tim gabungan juga telah menyiagakan sejumlah personel khusus evakuasi jika keberadaan pilot tersebut diketahui.
Dengan demikian, proses evakuasi dapat langsung dilakukan.
"Tim Gabungan TNI-Polri telah menyiapkan tim evakuasi apabila sewaktu-waktu diketahui keberadaan pilot tersebut," jelas dia.
Selain pilot Susi Air, pihaknya juga menangani dan membantu evakuasi warga Distrik Paro yang melakukan eksodus lantaran takut dengan KKB.
Baca juga: Warga Distrik Paro Papua Panik hingga Mengungsi Akibat Pembakaran Pesawat Susi Air
Data evakuasi warga yang diperoleh sampai saat ini:
- Rabu, 8 Februari 2023, evakuasi 15 orang pekerja
- Jumat, 10 Februari 2023, evakuasi 25 orang warga Paro
- Sabtu, 11 Februari 2023, evakuasi 33 orang warga Paro
- Senin, 13 Februari 2023, 167 jiwa.
Sebelumnya, pesawat Susi Air yang terbang dari Mimika menuju Distrik Paro, Nduga, Papua Pegunungan, hilang kontak dan terbakar di landasan bandara, Selasa, 7 Februari 2023.
Pesawat tersebut diduga dibakar oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Keberadaan pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens, sempat tidak diketahui setelah peristiwa pembakaran pesawat.
Hingga pihak KKB menyebarkan foto dan video yang menampilkan Philip pada Selasa (14/2/2023) lalu.
Dalam video tersebut, Philip tampak dikawal oleh beberapa anggota KKB yang menyandang senjata api dan panah.
Egianus Kogoya menyatakan pihaknya menyandera pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
Mereka akan membebaskan pilot Susi Air itu asalkan permintaan mereka dipenuhi.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul "Satgas Damai Cartenz: KKB Egianus Kogoya Bawa Pilot Susi Air Keluar dari Paro Nduga"