Kesehatan
Asam Urat Bisa Bikin Demam? Ini Penjelasannya
Asam urat juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti demam dan menggigil yang belum disadari sebagian orang.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/asam-urat-112023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Penyakit asam urat terjadi karena penumpukan kristal asam urat yang berisiko menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas.
Asam urat dapat menyebabkan nyeri pada jari tangan, lutut, pergelangan kaki, termasuk jempol kaki menurut penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Di sisi lain, kondisi tersebut dapat dibarengi dengan pembengkakan dan sensasi panas pada area persendian.
Asam urat juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti demam dan menggigil yang belum disadari sebagian orang.
Baca juga: Kenali Lima Kebiasaan yang Menyebabkan Seseorang Alami Sakit Kepala
Alasan Asam Urat sebabkan demam
Asam urat dapat menimbulkan tophi atau endapan kristal besar di bawah kulit yang menyebabkan kerusakan dan kelainan bentuk sendi.
Asam urat dapat menyerang satu sendi pada satu waktu, terutama jempol kaki, namun dapat memengaruhi beberapa sendi sekaligus.
Kondisi ini biasanya menyerang pria yang usianya sudah lanjut, wanita menopause, dan faktor genetik tertentu.
Baca juga: Sederet Manfaat Tanaman Seledri untuk Kesehatan, Bisa Naikkan Gairah Seksual
Bila dikaitkan dengan demam dan menggigil, dua kondisi ini dapat menjadi gejala awal asam urat kambuh.
Dilansir dari Healthline, kristal asam urat yang menumpuk akan memicu sel kekebalan untuk melepaskan sitokin.
Sitokin adalah protein yang merekrut kekebalan supaya tubuh terlindungi.
Sitokin yang dilepaskan oleh tubuh dapat menyebabkan siklus peradangan sendi yang terjadi secara berkelanjutan.
Orang yang mengalaminya bakal merasakan nyeri dan demam yang akut.
Pada saat itulah, tubuh yang sedang demam menjadi menggigil karena tubuh berupaya untuk menaikkan suhu.
Tujuannya untuk melawan infeksi dan membuat orang menjadi gemetar karena menggigil supaya mendapatkan tambahan panas.
Sementara itu, respons peradangan dan deman ternyata lebih intensi dialami oleh prang yang usianya sudah 50 tahun ke atas.
Hal ini terungkap dalam penelitian Journal of Advanced Research yang dipublikasikan pada September 2017.
Adapun, gejala asam urat lainnya adalah sensasi hangat, kemerahan di sekitar sendi, sakit kepala, sendi kaku, termasuk malaise.
Baca juga: 3 Manfaat Rebung untuk Kesehatan, Efektif Turunkan Kolesterol Jahat dalam Darah
Penyebab asam urat kambuh
Ada beberapa faktor yang menyebabkan asam urat kambuh sewaktu-waktu.
Namun, hal ini bergantung pada gaya hidup dan jenis kelamin.
Penelitian yang dipublikasikan ke Journal of Advanced Research mendapati bahwa prevalensi pria mengalami asam urat sebesar tiga hingga enam persen.
Sementara wanita mempunyai prevalensi terkena asam urat sebesar satu sampai dua persen.
Berikut beberapa faktor yang menyebabkan asam urat menjadi kambuh:
- Genetik atau keturunan
- Minuman tinggi gula atau bersoda
- Kelebihan berat badan
- Usia
- Konsumsi makanan tinggi purin
- Obat-obatan tertentu, seperti obat diuretik, beberapa antibiotik yang diresepkan untuk tuberkulosis, termasuk siklosporin
- Konsumsi alkohol.
Baca juga: Sederet Manfaat Rutin Konsumsi Jahe Merah, Bikin Awet Muda dan Meningkatkan Gairah Seks
Penanganan asam urat
Orang yang merasakan demam dan menggigil namun dibarengi dengan rasa nyeri pada persendian sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Dengan begitu, mereka mendapat penanganan dan resep yang tepat supaya asam urat tidak berkembang lebih menyakitkan, Barengi pula dengan gaya hidup sehat, sperti menjaga pola makan dan menjaga berat badan.
(*)