Tongkonan
Mengenal Bagian-bagian Alang, Lumbung Padi Masyarakat Toraja
Peranan tongkonan dan lumbung dalam masyarakat Toraja tidak dapat dipisahkan, karena erat kaitannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Tongkonan-Toraja.jpg)
MAKALE, TRIBUNTORAJA.COM - Alang adalah sebuah bangunan dalam masyarakat Toraja yang dibangun didaerah dekat rumah adat Tongkonan.
Hampir semua alang di Toraja, dibangun tepat berhadapan dengan tongkonan.
Hal ini karena, masyarakat Toraja percaya alang dianggap sebagai pasangan tongkonan. Jika tongkonan disebut ibu dari tongkonan, lumbung berposisi sebagai bapak.
Peranan tongkonan dan lumbung dalam masyarakat Toraja tidak dapat dipisahkan, karena erat kaitannya.
Baca juga: Kandaure, Manik-manik Cantik Khas Toraja yang Biasa Digunakan Saat Upacara Rambu Solo
Baca juga: Renovasi Tiang Alang alias Lumbung Padi Khas Toraja di Tikala Toraja Utara Telan Biaya Rp35 Juta
Dalam masyarakat Toraja, lumbung berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi atau lumbung padi.
Alang dipercayai lahir sebagai sesuatu yang berkaitan dengan budaya Toraja karena mata pencaharian masyarakat Toraja pada umumnya adalah petani.
Alang memiliki empat bagian secara garis besar, yaitu :
1. Tiang
Tiang dalam pembuatan alang bervariasi, ada yang memiliki empat tiang, enam tiang, delapan tiang, sepuluh dan dua belas tiang. Semua tergantung dari status sosial dan keinginan pemilik alang.
Pada umumnya banga terbuat dari kayu banga. Banga adalah sejenis palma yang tinggi dan indah, yang menyebar terbatas di wilayah pegunungan di Sulawesi. Batangnya licin dan lurus, acap digunakan sebagai tiang bangunan.
Pada zaman sekarang ini, tiang alang biasanya terbuat dari tembok. Tapi masyarakat Toraja mengatakan tiang tembok bukan lagi lumbung yang asli.
2. Lantai
Lantai alang biasanya terbuat dari papan, namun dengan adanya dunia modernisasi, sekarang ada beberapa alang yang terbuat dari tembok.
Biasanya dalam pembuatan sebuah alang dibutuhkan 20 lembar papan.
3. Bak atau badan lumbung