Infrastruktur

Bosan dengan Jalan Trans Sulawesi yang Rusak, Warga Enrekang Galang Dana untuk Perbaikan Jalan

Salah seorang warga, Harmin mengatakan bahwa mereka telah melakukan penggalangan dana selama tiga hari, baik siang maupun malam.

Penulis: redaksi | Editor: Muh. Irham
Tribun Timur/Erlan Saputra
Warga Enrekang menggelar galang dana di kawasan lampu lalu lintas, Jl HOS Cokroaminoto. Hasil galang ini digunakan untuk perbaikan jalan rusak. 

ENREKANG, TRIBUNTORAJA.COM - Warga Enrekang punya cara kreatif mengeritik pemerintah. Mereka dengan inisiatif melakukan penggalangan dana untuk perbaikan jalan trans Sulawesi.

Salah seorang warga, Harmin mengatakan bahwa mereka telah melakukan penggalangan dana selama tiga hari, baik siang maupun malam.

Hal ini dilakukan lantaran sudah bosan menunggu janji pemerintah untuk perbaikan jalan.

"Kami melihat kondisi jalan poros Enrekang sangat memprihatinkan. Walaupun hanya seberapa, setidaknya hasil galang dana kami ini bisa membantu memperbaiki jalan," ujar Harmin kepada TribunEnrekang.com.

Menurut Harmin, pemerintah tak kunjung memperbaiki, padahal kondisi jalan penghubung Enrekang - Tana Toraja itu sudah berlantas selama bertahun-tahun.

Selain itu, sudah banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang harus jadi korban lantaran banyak ruas jalan berlubang hingga bergelombang.

"Ini jalan semakin parah kerusakannya, kita sangat bosan dijanji terus oleh pemerintah. Katanya mau diperbaiki tapi nyatanya tidak ada tindakan. Akibat ini juga membuat perekonomian masyarakat terganggu," tuturnya.

Di sisi lain, dia menyayangkan sikap pemerintah daerah yang kurang koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai kondisi jalan yang rusak itu.

Walaupun bukan wewenang pemerintah daerah, namun setidaknya berperan aktif menindaklanjuti keluhan masyarakat.

"Setidaknya pemda harus bangun komunikasi ke pusat karena kalau dibandingkan jalan poros di Kabupaten Sidrap dan Toraja itu sangat mulus jalannya, cuma jalan kita saja begini. Artinya tidak ada komunikasi antara pemda dan pusat," bebernya.

Adapun hasil galang dana itu akan diperuntukan membeli bahan material untuk menambal jalan yang rusak.

"Setidaknya hasil galang dana ini bisa mengurangi kerusakan, apalagi sampai menelan korban," tegas Harmin.

Sementara itu, Kabid Preservasi II BBPJN Wilayah XIII Makassar, Ali Duhari beralasan, pihaknya masih menunggu hasil desain perencanaan perbaikan jalan.

Sehingga perbaikan permanen akan dilakukan pada tahun 2023 ini, namun ia tidak memastikan kapan akan dilakukan pengerjaan fisik.

Ia lantas menyebutkan, tahun 2022 kemarin pihaknya sangat sangat minim anggaran sehingga tidak dilakukan perbaikan permanen di Kabupaten Enrekang.

"Kita saat ini sementara tunggu penambahan anggaran dari pusat untuk menangani jalan rusak di ruas Enrekang. Kami usahakan semaksimal mungkin di 2023 ini," tutupnya.(*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved