Senin, 4 Mei 2026

Wisata Toraja

Kenali Seni Ukir Passura' dalam Masyarakat Toraja

Namun, seiring perkemangan jaman, masyarakat Toraja sudah tidak asing lagi untuk menggunakan dengan seni ukir Passura'.

Tayang:
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Kenali Seni Ukir Passura' dalam Masyarakat Toraja
TribunToraja/Tini
Salah satu ukuran atau Passura' di sebuah rumah Tongkonan masyarakat Toraja 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Toraja tidak hanya terkenal dengan budaya dan keindahannya.

Toraja juga dikenal dengan keseniannya, berbagai seni juga lahir dari tondok lepongan bulan ini.

Salah satunya adalah passura' yaitu seni ukir masyarakat Toraja.

Passura' Toraya atau ukiran Toraja adalah karya seni ukir kayu yang berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.

Ukiran ini sangat erat kaitannya dengan rumah adat Toraja atau Tongkonan.

Passura Toraya akan memenuhi setiap sudut rumah adat Toraja.

Masyarakat Toraja biasanya menyebut rumah adat penuh ukiran ini dengan sebutan Banua Passura'.

Salah satu tokoh masyarakat, Pong Ruk, mengatakan, setiap ukiran dari Passura' ini memiliki makna tersendiri.

"Ada maknanya ini semua. Misalkan motif Pa'Tedong yang artinya kesejahteraan masyarakat Toraja," katanya.

Ukiran Toraja ini selain mengandung nilai estetik, juga melambangkan status sosial seseorang.

"Nda sembarang dulu orang bisa pakai ini ukiran Toraja, kecuali bangsawan atau darah biru," tuturnya.

Namun, seiring perkemangan jaman, masyarakat Toraja sudah tidak asing lagi untuk menggunakan dengan seni ukir Passura'.

"Tapi sekarang kayak dianggap biasa mi sama masyarakat," imbuhnya.

Meski begitu, di Toraja tidak sembarang rumah bisa menggunakan motif ukiran Toraja ini. Hal ini dianggap sakral bagi masyarakat.

"Tetap, nda sembarang rumah bisa dikasih motif Passura' di rumahnya. Itukan hanya buat rumah Tongkonan saja, kalau rumah biasa ya tidak," tegasnya.

Sampai saat ini, ada 130 jenis Passura’ (ukiran) di Toraja dan semuanya merupakan pengembangan dari empat dasar ukiran yang dalam bahasa Toraja disebut dengan Garonto’ Pasura’.

Empat ukiran dasar itu adalah, Pa' Tedong (Kerbau), Pa' Bare Allo (Bulatan Matahari), Pa' Manuk Londong (Ayam Jantan), Pa'Sussu' (goresan). (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved