Selasa, 21 April 2026

Orang Tenggelam

Halusinasi Ibu Muda di Makassar Berakhir Tragis

Satriani ditemukan tidak bernyawa di Sungai Jeneberang, tidak jauh dari rumahnya, Senin (23/1/2023) sore.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
zoom-inlihat foto Halusinasi Ibu Muda di Makassar Berakhir Tragis
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kolase foto-foto korban tenggelam Satriani di Sungai Jeneberang, Makassar, ditemukan, Senin (23/1/2023) siang. 

MAKASSAR, TRIBUNTORAJA.COM - Halusinasi ibu muda di Makassar berakhir tragis! Begitulah kisah Satriani (33), ibu satu anak di Jl Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, Makassar Sulawesi Selatan.

Satriani ditemukan tidak bernyawa di Sungai Jeneberang, tidak jauh dari rumahnya, Senin (23/1/2023) sore.

Ia ditemukan setelah dua hari dinyatakan hilang akibat tenggelam di sungai yang membelah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, itu, Minggu kemarin.

Saat dinyatakan tenggelam, Satriani sempat dikabarkan terjatuh dari perahu penyeberangan.

Namun, pihak keluarga Satriani menampik kabar itu.

Adalah sang suami Anzar (35), yang mengungkap keterangan berbeda dari kabar yang beredar.

Anzar mengatakan, sang istri diduga sengaja lompat ke sungai saat berjalan di tanggul penahan arus.

Aksi nekat Satriani itu diduga akibat penyakit yang diderita.

Penyakit yang diderita istri, kata Anzar, sering kaget dan berhalusinasi.

"Memang sudah lama sakitnya, sering (berhalusinasi) kayak ada orang mau bunuh. Ada suara-suara lain-lain didengar biasa kaget langsung keluar (rumah)," kata sang suami, Anzar.

"Biasa juga kalau ada suara-suara ambulans lewat, dia (Satriani) bilang adami kayaknya jemputan ku," ucap Anzar menirukan halusinasi sang istri.

Satriani mengidap halusinasi itu, kata dia sudah setahun lebih.

Sempat membaik, namun belakangan kembali kambuh.

Satria dikabarkan berjalan ke tanggul Sungai Jeneberang, selepas adzan lohor, Minggu kemarin.

Saat itu, Anzar masih bekerja di luar rumah sebagai tukang sapu jalan.

Namun, sebelum bergegas keluar rumah mencari nafkah, Anzar mengaku mendapat pesan dari sang istri.

Pesannya cukup singkat. Meminta Anzar agar menjaga putri semata wayangnya yang kini sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

"Jaga anakmu nah," ucap Anzar menirukan pesan sang istri.

Saat mendapatkan kabar dari kerabat, bahwa sang istri tenggelam, Anzar bergegas ke tepi Sungai Jeneberang.

Sembari berharap agar sang istri ditemukan, Anzar yang panik, berusaha terlihat tegar saat dihampiri wartawan.

Disusul Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi melakukan pencarian menggunakan perahu karet.

Namun, lebih kurang enam jam pencarian hingga langit Makassar mulai gelap, Satriani tak kunjung ditemukan.

Keesokan harinya, tepatnya Senin pagi, pencarian oleh tim SAR gabungan dilanjutkan.

Tidak hanya mencari di permukaan air sungai, pencarian juga dilakukan di dasar sungai dengan mengerahkan enam penyelam.
 
Namun, hingga siang, Satriani tak kunjung ditemukan.

Bahkan, keluarga dan masyarakat setempat pun terpaksa melakukan ritual khusus dengan menghadirkan aneka ragam sesajen.

Tidak hanya itu, tabuhan gendang juga mengiringi prosesi ritual.

Dan lagi-lagi, upaya itu belum membuahkan hasil hingga adzan Ashar berkumandang.

Selapas Ashar, pencarian oleh Tim SAR gabungan terus berlanjut.

Hingga jelang Magrib tiba, keluarga pun mulai gelisah.

Sang suami, Anzar dan beberapa kerabatnya bahkan nekat turun ke sungai untuk turut melakukan pencarian.

Upaya itu sempat dihalau petugas SAR karena dianggap berbahaya.

Namun, halauan itu tidak diindahkan dan keluarga tetap memasuki sungai dengan berjalan menyusuri tanggul, tempat Satriani diperkirakan melompat.

Dan benar saja, tidak berlangsung lama Anzar dan kerabatnya Fahmi berhasil menemukan Satriani.

Ia menggunakan bambu yang diujungnya disertai paku pengait.

Saat menurunkan bambu itu ke dasar sungai, baju Satriani terkait di paku.

Hingga akhirnya, keberadaan Satriani pun diketahui dan langsung dievakuasi.

"Pertama, bajunya dulu pakai paku dan bambu supaya bisa terkait," kata kerabat Anzar, Fahmi yang menemukan pertama kali Satriani.

"Pas kutusuk ke dalam langsung ikut potongan baju. Jadi saya langsung tarik," tuturnya.

Kini, jenazah ibu satu anak itu telah disemayamkan di rumah duka yang tidak jauh dari lokasi.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved