Latto Latto
Siswa Kota Padang Boleh Bawa dan Main Latto-Latto di Sekolah
Pasalnya, latto-latto dinilai memiliki manfaat, salah satunya mengalihkan kecanduan siswa dari gadget.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/andik-rendika-rama-evan-dimas-812023.jpg)
Permainan latto-latto yang sedang viral kini memakan korban.
Seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) berinisial AN (8) dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) harus menjalani operasi usai bermain latto-latto.
Ayah korban, AJ mengatakan, anaknya saat itu bermain latto-latto di rumah temannya.
Saat pulang ke rumah, mata anaknya terlihat memerah.
Saat ditanya, sang anak enggan menceritakan apa yang ia alami kepada orang tuanya.
"Dia baru mau cerita setelah saya bujuk," ujar AJ.
Menurutnya, latto-latto anaknya pecah saat ia bermain bersama temannya.
Hal itu menyebabkan serpihan latto-latto tertancap ke matanya.
AN langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.
"Awal kejadian itu kami bawa dulu ke Kimia Farma kemudian mendapat rujukan ke RSUD Soedarso. Setelah dirawat ternyata harus dioperasi dan berjalan lancar," ujar AJ.
Kondisi AN saat ini mulai membaik usai menjalani operasi.
Mata AN masih bisa melihat meski pandangannya masih sedikit buram.
"Sekarang sih sudah mulai membaik, kami juga dikasih obat tetes yang harus rutin diberikan, cuma pandangan AN masih kabur dan matanya merah," jelasnya.