Komisi III DPRD Torut Sebut Proyek Alun-alun Kota Rantepao Boros Anggaran
"Kalau saya lihat pemabangun alun-alun kota itu proyek pemborosan. Menyedot anggaran sampai Rp 5,8 miliar itu sangat luar biasa," kata Harun.
Penulis: Agatoni Buttang | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/18012023_Alun_alun_Rantepao.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Ketua Komisi III DPRD Toraja Utara, Harun Rante Lembang, menyoroti proyek pembangunan alun-alun Kota Rantepao.
Harun menilai pembangunan ini menyebabkan pemborosan dalam penggunaan anggaran.
"Kalau saya lihat pemabangun alun-alun kota itu proyek pemborosan. Menyedot anggaran sampai Rp 5,8 miliar itu sangat luar biasa," kata Harun kepada media, Rabu (18/1/2023).
"Sementara yang kelihatan hanya alang (lumbung) yang berjumlah 4 buah. Selebihnya, pemakaian keramik untuk beberapa item. Saya ini terlalu boros," jelas politisi Partai Nasdem ini.
Info yang dihimpun TribunToraja.com, untuk membuat alang atau lumbung khas Toraja menelan anggaran Rp 150 juta. Itu sudah dapat alang ukuran besar.
Jika 4 alang yang disiapkan dalam Alun-alun kota Rantepao, maka untuk Alang saja anggarannya Rp 1 miliar.
Harun mengatakan, secara teknis banyak sisi yang harus dibenahi.
Ia juga menyentil soal penggunaan batu alam yang mestinya dipikirkan dari awal agar terlihat lebih menarik.
"Bagusnya kalau mereka pake batu alam atau keramik yang ada motif alamnya. Supaya jangan kayak begitu, kelihatan memang bahwa keramik dan itu memiliki nilai yang bagus. Batu alam juga lebih murah," jelasnya.
Menurut Harun, nilai anggaran Rp 5,8 miliar seharusnya alun alun tampil lebih baik.
Menurutnya, secara desain juga kurang bagus. Tata letak objek-objek kurang tepat, sehingga membuat alun-alun terlihat sempit.
"Cuma dibuat seperti kotak-kotak di dalam dan banyaknya kotak-kotak ini akan semakin kelihatan sempit," ucapnya.
"Kemudian banyak juga material, seperti tanah, yang dibuang dari dalam. Seandainya perencanaannya bagus kan material tinggal ditimbun."
"Alun-alun juga agak tinggi dan jauh lebih bagus dari pada volume tanah yang dibuang dan itu kan memakan biaya juga," tegas Harun.
Sebelumnya, pelaksana proyek alun-alun kota Rantepao diberi deadline hingga Februari 2023 untuk menyelesaikan pekerjaannya.