Minggu, 17 Mei 2026

Adat Toraja

Mengenal Labok Penai, Parang Para Pahlawan Toraja

Pasalnya, selain sudah memasuki fase langka, La'bok Penai ini juga tak sembarang dimiliki oleh masyarakat.

Tayang:
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Mengenal Labok Penai, Parang Para Pahlawan Toraja
TribunToraja/Tini
La'bok Penai, parang khas Toraja yang dipakai para Pahlawan 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Parang (La'bok) Toraja merupakan salah satu barang khas masyarakat Toraja.

Sampai saat ini masih diburu oleh para pecinta parang, karena dikenal dengan ketajamannya.

La'bok malah sering dijadikan oleh-oleh bagi pelancong yang datang ke Toraja.

Di pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Toraja, parang merupakan salah satu yang dipajang untuk dijual.

Cara membuat parang Toraja juga tergolong unik. Bahannya besi baja dan dibuat para tukang pandai besi.

Ukuran dan bentuk parang Toraja dapat disesuaikan dengan kebutuhan, ada yang panjang atau yang medium, mulai dari bentuk polos hingga hiasan ukiran corak khas Toraja.

Gagangnya terbuat dari tanduk kerbau yang diukir atau dari akar bambu.

Selain itu, sarung atau tempatnya juga terdiri dari beberapa pilihan, ada yang terbuat dari kayu hitam, bilah bambu, dan papan.

Salah satu parang Toraja yang memiliki nilai sejarah tinggi adalah La'bok Penai.

Pasalnya, selain sudah memasuki fase langka, La'bok Penai ini juga tak sembarang dimiliki oleh masyarakat.

"Dulu parang ini digunakan untuk perang, yang hanya dimiliki oleh para pahlawan kalau pergi berperang," kata Andarias, salah satu tokoh masyarakat Toraja.

Di zaman moderen sekarang ini, La'bok Penai menjadi barang sakral yang digunakan pada pesta adat besar tertentu di Toraja.

"La'bok Penai biasanya digunakan di acara adat tertentu, seperti Tomangrara, To makbelo tedong, dan pesta adat besar lainnya," tuturnya pada TribunToraja.com. Sabtu (14/1/2023).

Karena kelangkaan dan nilai sejarahnya, sampai saat ini La'bok Penai disimpan sebagai barang peninggalan leluhur masyarakat Toraja.

"Itu disimpan untuk dijadikan barang pusaka," imbuh masyarakat asal Kambisa, Kecamatan Sanggalla Utara, Kabupaten Tana Toraja, ini.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved